Louis van Gaal: Umur Tak Penting, yang Penting Pemain Cocok dengan Skema 4-3-3
Pelatih tim nasional Belanda itu menjadi sosok yang paling difavoritkan melatih The Red Devils di antara nama-nama lainnya.
TRIBUNNEWS.COM, MANCHESTER – Setelah memecat David Moyes sebagai manajer tim, Manchester United disebut-sebut akan merekrut Louis van Gaal setelah Piala Dunia 2014. Pelatih tim nasional Belanda itu menjadi sosok yang paling difavoritkan melatih The Red Devils di antara nama-nama lainnya.
Sekitar 12 tahun lalu Louis van Gaal mengaku pernah diminta Manchester United untuk menggantikan Sir Alex Ferguson pada 2002. “Saya pernah dikontak Manchester United melalui Peter Kenyon. Mereka mengatakan Alex Ferguson akan pensiun. Ketika dia hengkang, saya akan menggantikan dia,” ungkap Van Gaal dikutip Tribunnews.com dari BBC.
Pantaskah pria 62 tahun itu menduduki singgasana manajerial Manchester United?
Louis van Gaal memasuki tahun ke-23 dalam karier manajerialnya. Selama itu pula Van Gaal telah meraih banyak kesuksesan. Pria 62 tahun itu mengantarkan Ajax Amsterdam menjuarai Eredivisie selama tiga musim beruntun, 1993/94, 1994/95, dan 1995/96.
Pria kelahiran Amsterdam itu juga menghadirkan trofi Piala UEFA pada 1991, Liga Champions pada 1995, Piala Super Eropa 1995, dan Piala Interkontinental 1995. Van Gaal juga menghadirkan satu trofi Piala KNVB musim 1992/93.
Hijrah ke Barcelona pada 1997, Louis van Gaal mengantarkan tim asal Catalan itu dua musim beruntun menjuarai La Liga, 1997/98 dan 1998/99. Pada musim perdananya Van Gaal juga menghadirkan trofi Copa del Rey dan Piala Super Eropa.
Louis van Gaal juga sempat mengantarakn AZ Alkmaar merusak dominasi Ajax Amsterdam, Feyenoord, dan PSV Eindhoven dengan menjuarai Eredivisie musim 2008/09. Di Bayern Muenchen, pria yang tahun lalu berkunjung ke Indonesia itu kemudian menghadirkan titel Bundesliga dan DFB Pokal untuk Bayern Muenchen pada musim 2009/10. Louis van Gaal juga menambahkan satu trofi Piala Super Jerman pada 2010.
Selain di tingkat klub, Louis van Gaal juga kenyang pengalaman sebagai pelatih tim nasional. Pria yang pernah bermain sebagai gelandang itu melatih tim nasional Belanda pada 2000, namun gagal mengantarkan tim Oranye ke Piala Dunia 2002. Pada 2012 Louis van Gaal kembali dipercaya menukangi De Oranje.
Selain kaya pengalaman dan prestasi, Louis van Gaal termasuk sosok pelatih yang mampu mengendalikan ego pemain. Sewaktu di Barcelona, pelatih yang dikenal bertangan besi itu berani mencadangkan pemain bintang sekelas Rivaldo. Alasannya, Rivaldo minta dimainkan di belakang dua penyerang daripada sayap kiri. Namun demikian, bak mata uang, Louis van Gaal juga diakui sebagai pelatih yang melindungi para pemainnya.
Filosofi permainan yang diusung oleh Louis van Gaal diyakini bisa mengubah wajah Manchester United. Selama dipegang oleh David Moyes, The Red Devils kerap kebingungan menembus pertahanan lawan. Jika Louis van Gaal hadir, maka permainan Manchester United akan sangat menyerang. Faktanya, selama kualifikasi Piala Dunia 2014, Belanda (34) menjadi tim dengan jumlah gol kedua terbanyak setelah Jerman.
Filosofi menyerang itu didukung oleh ketegasan Louis van Gaal sebagai seorang pelatih. Dia bukan tipe pelatih yang menentukan filosofi berdasarkan pemain yang dia miliki. Louis van Gaal adalah sebaliknya.
“Dalam karier saya, saya menemukan banyak pemain yang sesuai dengan filosofi saya. Filosofi saya adalah menyerang, penuh teknik, dan taktikal. Anda harus bermain sebagai sebuah tim dan bukan individual. Saya mencari pemain yang cocok dengan sistem saya, 4-3-3, apakah itu pemain muda atau tua. Umur tidak penting,” kata Van Gaal dalam wawancaranya dengan Fifa pada tahun lalu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/20140424_172356_louis-van-gaal-has.jpg)