Sabtu, 24 Januari 2026

Piala Dunia 2014

Bintang Muda Honduras Mengejar Ketertinggalan

Namanya sudah mencuat saat membela timnas Honduras U-23 di ajang Olimpiade Beijing, Tiongkok, pada 2008

Penulis: Nurfahmi Budi
Editor: Sanusi
zimbio
Mario Martinez 

TRIBUNNEWS.COM - Namanya sudah mencuat saat membela timnas Honduras U-23 di ajang Olimpiade Beijing, Tiongkok, pada 2008. Saat itu, usianya baru menginjak angka 19 tahun, dan menjadi bintang muda masa depan, yang digadang-gadang bisa melebihi para seniornya.

Sayang, anggapan itu ternyata tak sepenuhnya benar. Pasalnya, ia baru bisa menikmati debut bersama timnas senior pada 4 September 2010, atau lebih dari dua tahun sejak berakhirnya Olimpiade Beijing. Saat itu, ia menjadi bagian dari tim yang mengalahkan El Savador.

Itulah garis karier Mario Martinez. Kemampuan hebat yang dimilikinya tak bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh sederet pelatih timnas Honduras. Walhasil, sang calon legenda harus tertatih-tatih dalam mengarungi kehidupan sebagai pesepakbola. Jangankan ke Eropa, untuk bertahan di kompetisi Major Leagus Soccer (MLS) Amerika Serikat, ia tak sanggup. Musim ini, ia dikembalikan Seattle Sounders ke Real Espana.

Namun ternyata keberuntungan datang saat timnas Honduras ditangani Luis Fernando Suárez. Sosok sang arsitek berjasa besar untuk menyelamatkan karier pemuda berusia 24 tahun tersebut. Kini, semuanya berubah total. Sebelumnya, Honduras selalu identik dengan Carlo Costly, Jerry Bengtson dan Wilson Palacios. Kini, perlahan namun pasti, sosok Martinez mulai menjadi ikon dari permainan Honduras.

Buktinya, pada putaran final Piala Dunia 2014 nanti, pemuda kelahiran 30 Juli ini mendapatkan kostum keramat, yakni bernomor punggung 10. Angka ini menunjukkan kemampuan dan faktor kunci seorang Martinez bagi tim. Di sisi lain, ia sadar apa yang dbayangkan orang agar dirinya sukses, harus dilalui secara bertahap.

"Semua orang menganggap setiap pemain yang berkarier di Eropa selalu bagus. Tapi bagiku itu bukan syarat mutlak. Lebih baik saya berada di rumah sendiri, dan mendapatkan tempat reguler. Toh, unsur persaingan dan kompetisi juga sangat ketat di sini," tuturnya.

Faktor kepercayaan diri itulah yang membuat Martinez akhirnya bisa menembus skuat timnas, meski terkesan telat. "Karena kondisi itulah, saya ingin mengejar ketertinggalan dibanding rekan-rekan seangkatan atau pemain yang lebih muda. Brasil 2014 akan menjadi pembuktianku sekali lagi, dan saya tak ingin berhenti mengejar apa yang seharusnya bisa kulakukan lebih cepat," imbuh pria berpostur 173 cm ini.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
1
Arsenal
22
15
5
2
40
14
26
50
2
Man. City
22
13
4
5
45
21
24
43
3
Aston Villa
22
13
4
5
33
25
8
43
4
Liverpool
22
10
6
6
33
29
4
36
5
Manchester United
22
9
8
5
38
32
6
35
© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved