Piala Dunia 2014
10 Menit yang Berharga Bagi Relawan Piala Dunia
Berjemur seharian di terik matahari, terkadang menahan hawa dingin di sekitar stadion menjadi santapan sehari-hari relawan Piala Dunia 2014
Laporan Wartawan Tribunnews, Yudie Thirzano dari Belo Horizonte
TRIBUNNEWS.COM, BELO HORIZONTE - Berjemur seharian di terik matahari, terkadang menahan hawa dingin di sekitar stadion menjadi santapan sehari-hari Andersson, mahasiswa Universitas FUMEC di Belo Horizonte. Sebagai relawan FIFA yang bertugas di Stadion Mineirao, Andersson harus selalu bersiaga melayani penonton yang membutuhkan berbagai informasi. Tugas sehari-hari Andersson adalah ikut mengarahkan lalu lintas ribuan manusia di salah satu sisi stadion.
Saat ditemui, akhir pekan lalu, Andersson mengenakan topi, seragam biru muda dan celana panjang hitam. Saat ada penonton yang melintasi jalur yang keliru menuju jalan keluar, dia mengingatkan. Andersson tak sendiri, bersama puluhan sukarelawan dari berbagai negara mereka bertugas hingga seluruh penonton meninggalkan stadion. Dalam beberapa kesempatan tampak para sukarelawan mengerjakan tugas antara lain memberi mengarahkan antrean, memberi petunjuk penonton ke tempat duduk hingga mengarahkan penumpang ke akses menuju tempat-tempat publik.
Tugas itu berat, namun dia mengakui bahwa menjadi volunteer sungguh memberi kesan. Apalagi tak semua orang bisa memperoleh kesempatan berada di stadion saat pertandingan besar. “Saya ikut nonton juga pertandingan, meski hanya 10-15 menit,” kata Andersson.
Salah satu yang berkesan, kata Andersson adalah saat bisa menyaksikan pemain bintang Lionel Messi cs saat Argentina melawan Iran Sabtu (21/6/2014). Dia juga kembali menikmati momen-momen menyaksikan Brasil melawan Cile di Mineirao.
Hal serupa diakui oleh Thayss, gadis asal Belo Horizonte yang juga terpilih menjadi sukarelawan FIFA di Stadion Mineirao. Dia mengakui cukup senang karena hasil pertandingan yang menempatkan Brasi sebagai juara Grup A membuat tim Samba ‘mampir’ di Kota Belo Horizonte pada babak 16 besar. Bila Brasil hanya menempati runner – up Grup A , maka mereka akan bertanding di Kota Fortaleza pada babak 16 besar. Andersson dan Thayss berharap kesempatan langka, menonton Brasil tanpa membayar tiket bisa mereka nikmati lagi. “Iya kami punya kesempatan dua kali menonton Brasil bila bisa tembus semifinal,” kata Thayss. (Tribunnews/ytz)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/20140630_164057_para-petugas-relawan-piala-dunia-brasil-2014-siaga.jpg)