Papua 2 Juarai Turnamen Sepak Bola Putri Piala Pertiwi
Di pertandingan final tim asuhan Robby Maruanaya menang 2-0 atas Papua 1 di lapangan tim nasional, Jakarta, Minggu (21/9) dinihari.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Turnamen sepak bola wanita Piala Pertiwi 2014 telah berakhir. Tim Papua 2 menjuarai turnamen yang kembali digelar setelah dua tahun absen itu. Di pertandingan final tim asuhan Robby Maruanaya menang 2-0 atas Papua 1 di lapangan tim nasional, Jakarta, Minggu (21/9) dini hari.
Namun, gelaran di lapangan tim nasional itu menimbulkan masalah. Tim Papua 1 melayangkan protes kepada panitia penyelenggara karena mereka mengklaim bahwa tim Papua 2 memainkan pemain yang tidak sah. Kejadian ini terjadi saat waktu istirahat pergantian babak.
Tim Papua 1 menunjukkan bukti Kartu Tanda Penduduk (KTP) pemain tersebut. Tertulis bahwa pemain berposisi kiper itu sudah berusia 29 tahun atau lebih empat tahun dari umur maksimal peserta turnamen. Kejadian itu menimbulkan keributan yang membuat dimulainya babak kedua sempat tertunda selama beberapa menit.
“Pemain di tim Papua 2 umur sudah 29 tahun jadi lewat dari ketetapan (25 tahun,-red). Saya berharap PSSI selektif kalau ada tim yang melakukan pelanggaran aturan perlu ditindak,” ujar Usman Wanimbo, Bupati Kabupaten Tolikara, Papua yang turut mendampingi tim Papua 1.
Setelah laga final berlangsung tidak ada penyerahan atau selebrasi dari pihak panitia penyelenggara, dinyatakan oleh salah satu panitia penyerahan piala tidak dilangsungkan untuk menghindari terjadinya keributan. Di turnamen ini, Jawa Timur harus puas berada di peringkat ketiga, setelah mengalahkan Bangka Belitung 1-0.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Joko Driyono, mengaku turnamen Piala Pertiwi 2014 itu sudah berlangsung sesuai prosedur. Tim Papua 2 ditetapkan sebagai juara pertama, tim Papua 1 ditetapkan sebagai juara 2, dan Jawa Timur di peringkat ketiga.
Mengenai gugatan tim Papua 1 yang menilai tim Papua 2 tidak sah sebagai juara Piala Pertiwi, karena salah satu pemain diklaim telah melampaui ketetapan, pria yang juga CEO PT Liga Indonesia itu mengaku akan membawa permasalahan ini ke Komite Disiplin (Komdis) PSSI.
“Panitia menerima protes keabsahan pemain. Ini diteruskan di Komisi Disiplin terhadap protes (Papua 1,-red). Tentu semua akan menghormati keputusan Komdis. PSSI mengucapkan terima kasih kepada 15 tim yang bertanding. Kerja keras membangun sepak bola wanita perlu perjuangan,” tutur Joko.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/20140913_000318_sepak-bola-putri.jpg)