Liga Super Indonesia
PBR Dilarang Ulangi Performa Buruk
Marco Garcia Paulo tak ingin PBR mengulangi performa buruk seperti ketika dikalahkan Persib Bandung
TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Direktur PT Performa Kreasi Pasundan, perusahaan yang menaungi Pelita Bandung Raya (PBR), Marco Garcia Paulo tak ingin PBR mengulangi performa buruk seperti ketika dikalahkan Persib Bandung 0-1 kala menghadapi Persebaya Surabaya. Pertandingan kedua di babak delapan besar Liga Super Indonesia (LSI) 2014 akan berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Jumat (10/10).
"Saya yakin anak-anak sudah lebih siap dibanding ketika melawan Persib. Pertandingan nanti, meski lawan berat, harus kami menangkan. Apalagi, nanti kami tuan rumah," ujar Marco, Rabu (8/10).
Melawan Persib, tim The Boys Are Back gagal menjaga tren pertemuan di fase reguler. Setelah menang 1-0 dan imbang 2-2 pada pertemuan sebelumnya musim ini, pasukan Dejan Antonic menyerah 0-1. Gol tunggal Ahmad Jufriyanto pada menit 54 sudah cukup mengantarkan Maung Bandung keluar lapangan dengan senyum mengembang. Kemenangan itu terbilang didapat dengan susah payah karena gol baru tercipta setelah lawan bermain dengan 10 pemain setelah Hermawan mendapat kartu kuning kedua pada menit 42 yang artinya harus keluar lapangan.
Selain itu, PBR memang tak bermain seagresif seperti saat bertarung di fase reguler. Persib yang bermain menekan sejak menit pertama membuat pemain-pemain PBR gagal mengembangkan permainan.
"Para pemain kami nervous. Sangat berbeda ketika babak penyisihan," kata Marco.
Kim Kurniawan, David Laly, Iman Fathurahman, dan Rizky Pellu tak bisa mengimbangi lini tengah Persib untuk menyokong Bambang Pamungkas sebagai ujung tombak.
"Kami akui kami kalah mental. Terutama pemain muda kami tidak siap. Meski kalah, kami cukup puas," kata dia.
Seperti pertemuan sebelumnya, laga berlangsung panas. Derbi Bandung yang menjadi tajuk laga mempertegas persaingan kedua tim. Wasit Hadiyana pun mengeluarkan delapan kartu kuning. Persib kebagian tiga dan PBR lima kartu kuning, yang dua di antaranya untuk Hermawan.
"Iklim dan suasana pertandingan sangat berbeda sekali. Mungkin itu membuat pemain jadi tertekan," katanya. (men/tribun jabar)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/20141009_032841_atep-imam-pathuroman.jpg)