Greg Nwokolo: Jangan Ngomong Juara Kalau Gaji Telat
Gaji Greg juga belum diselesaikan seluruhnya oleh Persebaya Surabaya. "(Gaji) Ini prinsip kecil memang. Tapi pengaruhnya besar," ujarnya.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hari Jumat (5/12/2014) siang, kawasan Gelora Bung Karno, Senayan diguyur hujan. Suasana itu seolah menyambut kehadiran Greg Nwokolo, striker Persebaya Surabaya yang kembali berkostum Persija Jakarta. (Baca juga: Greg Nwokolo Bergabung, Lini Depan Persija Makin Garang)
Striker naturalisasi asal Nigeria itu datang ke kantor Persija Jakarta dengan gaya perlente. Ia turun dari mobil sedan sport warna merah dengan kemeja panjang ketat digulung di bawah siku, celana bahan berwarna senada, dan sepatu jangle casual. Rambut ikal yang dicat pirang dilengkapi kacamata hitam menyangkut di atas kepala. Cincin bermata berlian melingkar di jari manis kiri. Gaya ini mengingatkan kita pada pemain basket NBA fenomenal Dennis Roadman.
Gaya bicara Greg Nwokolo usai penandatangan kontrak dengan Persija Jakarta terbilang normal. Ia mengaku tidak berfikir dua kali tatkala Ferry Paulus, Presiden klub Persija memintanya bergabung kembali selama 1 musim ini.
"Selama main saya belum pernah merasakan juara. Jadi ini peluang bagi saya untuk membawa Persija menjadi juara," ujar Greg Nwokolo yang duduk disamping Ferry Paulus.
Tidak sampai 30 menit, acara penandatanganan kontrak, sesi foto dan tanya jawab pun selesai. Greg pun keluar dari kantor Persija. Namun, di antara anak tangga, rekan wartawan kembali menyambut dengan beragam pertanyaan.
Di luar kantor Persija, pernyataan Greg tidak lagi 'jaim'. Apalagi saat wartawan meminta komentar persoalan tunggakan gaji pemain yang belum dibayar klub.
Ia seperti memanfatkan momen ini sebagai ajang curhat colongan. Karena, gaji Greg juga belum diselesaikan seluruhnya oleh Persebaya Surabaya. "(Gaji) Ini prinsip kecil memang. Tapi pengaruhnya besar," ujarnya.
Greg mengatakan banyak yang salah dilakukan klub terhadap pemain. Ia menyebut menjelang awal musim kompetisi, klub disibukkan dengan perburuan pemain untuk memperkuat skuadnya. Tapi kewajiban membayar gaji pemain lama dilupakan.
"Seharusnya selesaikan dulu tunggakan pada pemain lama. Setelah semua selesai baru memikirkan mencari pemain baru. Bukan sibuk mencari pemain baru dan melupakan yang lama," ujarnya.
Dengan sistim keliru ini, Greg menjelaskan banyak pemain yang tampil sempurna hanya di musim-musim awal saja. Ketika memasuki pertengahan musim semangat mengendur. "Awal awal bagus, tapi begitu ditengah turun," ujarnya.
Greg menyebut satu persyaratan penting bagi tim yang ingin meraih juara dalam kompetisi. Yakni jangan telat membayar gaji pemain. Ini yang diterapkan oleh Persib Bandung dan Persipura Jayapura.
"Jangan ngomong juara kalau telat gaji. Persib (Bandung) juara, Persipura juara. Mereka tidak pernah utang gaji. Pemain semua lunas, baru kontrak pemain lagi," ujarnya.
Begitu ditanya, Persija belum menyelesaikan gaji pemain lamanya, Greg mengatakan pihaknya mau bergabung karena memegang ucapan petinggi klub tersebut. "Yang saya pegang ucapannya. Jadi saya percaya omongan Persija," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/greg-nwokolo-kembali-ke-persija_20141205_192534.jpg)