Liga Inggris
Mourinho Dituding Berada di Belakang Ulah Nakal Diego Costa
Tiga kejadian tersebut berakhir sama, yakni keributan yang membuat laga terhenti beberapa saat.
TRIBUNNEWS.COM - Keberhasilan Chelsea mengatasi perlawanan Liverpool dengan skor 1-0 pada Leg 2 Babak Semifinal Piala Liga Inggris, dini hari kemarin, harus tercoreng dengan prilaku Diego Costa sepanjang pertandingan.
Pria yang dipasang Jose Mourinho sebagai striker tunggal tersebut, membuat kesan negatif kala mengiringi langkah The Blues ke Wembley. Ragam tindakan kasar dan provokatif, menjadi trade mark Costa pada laga yang dipimpin wasit asal kota Northumberland, Michael Oliver tersebut.
Kalangan media di Inggris mengungkapkan, setidaknya ada tiga momen yang seharusnya membuat wasit mengeluarkan kartu merah bagi Costa. Penyerang timnas Spanyol tersebut terlihat menginjak kaki Martin Skrtel dan Emre Can, serta ‘menindih’ kapten Liverpool, Steven Gerrard.
Tiga kejadian tersebut berakhir sama, yakni keributan yang membuat laga terhenti beberapa saat. Media-media di Inggris-pun sepakat, Costa sukses menjalankan "pekerjaan kotor". Daily Mail, Guardian dan Independent sepakat Costa seharusnya mendapat kartu merah, terutama di babak pertama.
Aksi Costa menginjak kaki Emre Can pada menit ke-11 babak pertama memicu perdebatan kenapa striker Chelsea asal Spanyol tersebut tidak diberi kartu merah. Dan setelah itu Costa sukses memprovokasi pemain Liverpool lainnya seperti Steven Gerrard dan Martin Skrtel.
Media menuding Mourinho berada di balik aksi yang mencederai sportivitas tersebut. Ungkapan, ‘menghalalkan segala cara untuk meraih kemenangan’, menjadi sangat bertentangan dengan kredo sportivitas.
Tak heran bila sejak lama Mourinho dijuluki sebagai Machiavellian. Machiavellian adalah julukan bagi seseorang yang mengikuti paham seorang filsuf dan juga politikus Niccollo Machiavelli. Machiavelli adalah seorang politikus sekaligus filsuf Italia pada abad 15. Bagi Machiavelli, adalah penting meraih tujuan dengan menghalalkan segala cara.
Manajer Liverpool, Brendan Rodgers, sampai harus protes keras karena tuan rumah seharusnya bermain dengan 10 orang. "Saya pikir semua orang yang melihat itu tak akan suka dengan apa yang dilakukan Diego Costa. Bukan hanya kepada Skrtel, tapi juga kepada Can.Sangat mengecewakan melihat kejadian itu dalam tayangan ulang dan dia mungkin sangat beruntung wasit serta hakim garis tak melihat kejadian itu," ungkap Rodgers, seperti dirilis Sky Sports.
Rodgers menilai tindakan Costa itu sangat memalukan. Dia pun yakin Costa sengaja melakukan hal tersebut. "Itu tindakan tidak diperlukan. Anda bisa dengan mudah mendarat di tempat lain tanpa harus mendarat dengan tepat di engkel pemain lawan," tegasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/diego-costa-injak-emre-can_20150129_023801.jpg)