Breaking News:

Mengintip AON Training Complex, Markas Latihan Manchester United‏

Beberapa hari lalu Tribunnews.com mendapatkan sebuah kesempatan yang langka

zimbio.com
AON Training Complex 

Laporan wartawan Tribunnews.com Deodatus Pradipto dari Manchester

TRIBUNNEWS.COM, MANCHESTER – Beberapa hari lalu Tribunnews.com mendapatkan sebuah kesempatan yang langka. Kesempatan itu adalah berkunjung ke markas latihan Manchester United, AON Training Complex, di Carrington, Greater Manchester.

Begitu memasuki pintu gerbang, terdapat dua gedung utama. Gedung sebelah kiri diperuntukkan untuk akademi Manchester United.

Gedung sebelah kanan digunakan untuk tim utama, lab medis, serta departemen sport science.

Pengunjung harus melewati sebuah pintu berkode begitu memasuki lobi gedung tim utama.

Pintu ini hanya bisa dibuka oleh staf dan para anggota skuat. Setelah memasukkan sandi, para staf harus melakukan pemindaian wajah untuk membuka pintu.

Setelah pintu terbuka, Tribunnews.com disambut sebuah tembok berwarna latar merah. Sederet trofi yang pernah diraih The Red Devils pada era kepelatihan Sir Alex Ferguson menjadi ornament tembok tersebut.

“Waktu David Moyes bergabung, saya mengajak dia ke sini. Saya menunjukkan tembok ini lalu dia berkata, ‘Apa maksud Anda menunjukkan ini?’,” tutur Albert Morgan, pemandu tur sekaligus kit man United selama lebih dari dua dekade.

Morgan kemudian memandu kami ke arah kanan, menuju sebuah pintu. Begitu pintu dibuka, terdapat sebuah ruangan luas yang berisikan alat-alat kebugaran. Terdapat sebuah lapangan basket dan lapangan serbaguna bermatras. Biasanya lapangan bermatras itu digunakan para pemain Manchester United untuk melakukan senam yoga.

Di paruh lain ruangan itu, berderet puluhan sepeda statis serta aneka alat angkat berat. Biasanya Wayne Rooney, cs mengayuh sepeda statis selama 20-30 menit untuk menjaga kebugaran mereka. “Masing-masing pemain mendapatkan jatah satu sepeda statis,” jelas Morgan.

Morgan kemudian menunjukkan sebuah ruangan kecil di ruangan itu. Di dalam, terdapat sejumlah alat tes kebugaran. Tempat ini digunakan untuk mengetes fisik calon pemain rekrutan Manchester United. Pemain terakhir yang menggunakan ruangan itu adalah Memphis Depay.

Tribunnews.com yang datang bersama 11 pesepakbola muda program CLEAR Ayo! Indonesia Bisa Academy 2015 kemudian diarahkan ke ruangan sebelah ruangan tes medis. Ruangan itu merupakan ruangan khusus penanganan cedera.

Di dalamnya terdapat sejumlah alat untuk penanganan cedera-cedera tertentu seperti, lutut, pinggang, dan pergelangan kaki. Di bagian belakang ruangan tersebut, terdapat sebuah kolam renang yang juga digunakan untuk terapi.

Bentuk alat penyembuhan cedera lutut seperti treadmill. Bedanya, pemain akan ditutup oleh sebuah kantong udara ketika berjalan. Fungsi udara itu adalah mengurangi beban lutut ketika digunakan untuk berjalan.

Morgan kemudian mengarahkan kami ke sebuah pintu kecil yang terhubung dengan lapangan latihan Manchester United. Terdapat empat lapangan latihan yang digunakan oleh tim utama. Di sekitar setiap lapangan terdapat sejumlah lampu stadion sesuai permintaan pelatih Louis van Gaal. Pelatih asal Belanda itu kerap menggelar latihan pada malam hari untuk menghadapi pertandingan-pertandingan yang digelar pada malam hari.

Permukaan lapangan rata dan rumputnya terawat. Di bawah lapangan itu ada pemanas sehingga lapangan dapat digunakan saat musim dingin. Rumput yang digunakan sama dengan rumput yang digunakan stadion Old Trafford, kandang Manchester United. Komposisinya, 93 persen rumput dan 7 persen nilon.

“Biaya instalasi rumput mencapai 2 juta Pound Sterling (sekitar Rp 40 miliar, red),” kata Morgan yang tidak melarang kami menginjak rumput itu.

Kami kemudian kembali memasuki gedung utama melalui pintu khusus para pemain. Kami diarahkan ke sebuah ruangan kecil yang disebut sebagai area relaksasi. Lokasinya berada persis di depan ruang ganti. Di dalam ruangan ini terdapat sebuah sofa berukuran besar dari kulit berwarna merah. Sebuah kaca besar memisahkan ruangan sofa dengan pantry yang didominasi putih. Terdapat meja setinggi pinggang orang dewasa dan bangku pompa di sekitar meja itu.

“Biasanya para pemain ke sini untuk minum kopi atau mengobrol,” tutur Morgan.

Di dalam ruangan itu juga terdapat dua buah sepeda statis di masing-masing ruangan kecil tanpa pintu. Pemain biasanya sekaligus menjalani latihan fisik dengan sepeda itu. Menurut Morgan, sejauh ini kayuhan tercepat dicatatkan oleh winger Antonio Valencia.

Di antara ruang sofa dan ruang fisik, terdapat sebuah pijakan berbentuk persegi yang dilapisi karet keras. Kata Morgan, pijakan itu digunakan untuk menguji kemampuan loncat pemain. Tepat di atas pijakan itu, plafon dibuat condong ke dalam.

“Rio Ferdinand pernah memecahkan plafon karena ketika loncat membentur plafon. Oleh karena itu sekarang plafon di bagian sini sengaja dibuat lebih masuk,” ungkap Morgan.

Di ruangan itu juga terdapat ruangan untuk menguji pengelihatan para pemain. Di belakang ruang uji tersebut terdapat sebuah pintu yang terhubung ke sebuah selasar. Di dalamnya ada sebuah ruangan berukuran besar. Ruangan ini biasa digunakan sebagai kelas. Louis van Gaal kerap menjabarkan strategi permainan tim di ruangan ini melalui media papan tulis.

Pada akhir tur, Morgan mengajak kami ke sebuah balkon di bagian belakang gedung utama. Sejauh mata memandang dari balkon tersebut, terdapat puluhan lapangan sepak bola berukuran raksasa. Morgan mengatakan lapangan-lapangan itu digunakan oleh akademi Manchester United untuk masing-masing kategori umur.

“Jumlah sekitar 13-14 lapangan,” jelas Morgan.

Penulis: Deodatus Pradipto
Editor: Toni Bramantoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved