SEA Games 2015

Nasib Timnas SEA Games 2015: Jauh dari Keluarga Bela Negara, Pulang Dituduh Macam-Macam

Para Penggawa Timnas Indonesia U-23 baru mengetahui tuduhan tersebut ketika tiba di Bandara Soekarno Hatta

Fernando Randy/BOLA
Evan Dimas dkk menang atas Singapura dan memastikan lolos ke semifinal SEA Games, Kamis (11/6/2015). 

TRIBUNNNEWS.COM - Penjaga gawang Timnas Indonesia U-23, Muhammad Natshir, membantah dugaan pengaturan skor terhadap timnya pada SEA Games 2015.

Isu tersebut juga membuat Natshir kecewa karena para penggawa Garuda Muda dinilai sudah bekerja keras demi membela negara di kancah internasional.

Dugaan muncul pada Selasa (16/6/2015), ketika Tim Advokasi #IndonesiaVSMafiaBola memutar rekaman percakapan dengan terduga bandar judi dalam sebuah konferensi pers di Senopati, Jakarta. [Baca: Dugaan Pengaturan Skor, dari Senopati hingga Soekarno-Hatta]

Natshir membeberkan, para anggota tim baru mengetahui tuduhan tersebut ketika tiba di Bandara Soekarno Hatta, Selasa. Maklum, saat itu, Pelatih Aji Santoso juga dihampiri banyak wartawan demi meminta konfirmasi. "Pasti kaget dengar kabar itu," katanya.

Soal kebenarannya, Natshir pun membantah. Menurut kiper yang akrab disapa Deden itu, seluruh pemain sudah menunjukkan totalitas baik di dalam maupun di luar lapangan.

"Saya pribadi merasa sudah bekerja keras. Pemain juga sudah luangkan waktu jauh dari keluarga dan berjuang bela negara, tapi pulang disangka macam-macam," ujar Natshir.

“Kenapa sih sampai tega ada orang seperti itu? Buktikan kalau memang ada dan jangan sampai setengah-setengah. Deden yakin seratus persen tidak ada pengaturan skor seperti itu. Lihat saja di SEA Games, pemain tidak ada yang leha-leha," lanjutnya.

Hingga Jumat (19/6/2015), Mabes Polri belum membuat laporan polisi (LP) terkait skandal pengaturan skor, baik untuk pertandingan ISL 2000 hingga 2005 maupun laga timnas Indonesia di SEA Games. Berdasarkan pernyataan Kepala Polri, Jenderal Badrodin Haiti, tim advokasi #IndonesiaVSMafiabola baru menginformasikan tanpa membawa bukti.

Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved