Copa America 2015

Catatan Tercecer dari Copa America 2015

Di final Copa America 2015, semua pemain Tim Tango Argentina “terluka”. Dari semua pemain, Lionel Messi – lah yang paling terluka.

Catatan Tercecer dari Copa America 2015
AFP PHOTO
Kapten Timnas Argentina, Lionel Messi, tampak tertunduk usai timnya kalah dalam adu penalti lawan Cile dalam Final Copa America 2015, Minggu (5/7/2015). 

Catatan Penikmat Bola: Willy Kumurur

TRIBUNNEWS.COM - Football is a game in which everyone gets hurt, (sepakbola adalah sebuah permainan dalam mana setiap orang terluka), demikian ujar sastrawan Inggris yang terkenal dengan karyanya Nineteen Eighty-Four dan Animal Farm.

Di final Copa America 2015, semua pemain Tim Tango Argentina “terluka”. Dari semua pemain, Lionel Messi – lah yang paling terluka.

Ia terbenam dalam duka karena kegagalannya menghentarkan La Albiceleste untuk meraih Copa America, sebuah tropi yang telah diimpikan rakyat Argentina sepanjang 22 tahun lamanya, setelah takluk di bawah kaki Cile.

Di stadion Maracana – Brasil tepat setahun lalu, Argentina dan Messi juga gagal di final Piala Dunia 2014, akibat gol semata wayang Tim Panzer Jerman.

Penantian panjang rakyat Argentina selama 29 tahun untuk kembali meraih tropi Piala Dunia kandas di negeri Samba.

Ia bukan The Messiah (Sang Juruselamat) sebagaimana ia dijuluki di Barcelona. Padahal, apa yang kurang di kubu Argentina? Mulai dari palang pintu pertahanan sampai lapangan tengah bertabur bintang, apalagi barisan depan yang kaya predator dan destroyer, yang siap merusak garda pertahanan lawan sambil memangsa dan meluluh-lantakkan musuh.

Lalu kemana Sang Alien, pemain dari planet lain pemegang Ballon d’Or empat kali itu? Dalam enam kali tampil sejak babak penyisihan sampai final, Messi dinobatkan sebagai pemain terbaik Copa America 2015.

Namun ia menolak untuk menerima gelar itu. Ia masih tak bisa mengenyahkan rasa kecewa yang dalam, setelah kegagalan demi kegagalan yang menderanya selama bersama La Albiceleste.

Mengapa Messi kecewa? Mengapa manusia kecewa? Apakah jika Argentina menang lalu kekecewaan tak akan menghinggapi Messi lagi?

Halaman
123
Editor: Husein Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved