Liga Super Indonesia

Arema Pincang Tanpa Samsul Arif

Kondisi tim sebenarnya bagus, semua kondisi baik. Hanya saja, ada pemain kami yang tidak bisa tampil karena aturan akumulasi kartu kuning

Arema Pincang Tanpa Samsul Arif
SURYA/SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO
SELEBRASI - Samsul Arif, striker Arema Cronus merayakan gol yang dicetak ke gawang Bali United dalam Babak Delapan Besar Piala Presiden 2015 di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2015). Arema Cronus unggul atas Bali United dengan skor 2-1. SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO 

TRIBUNNEWS.COM, MALANG - Arema Cronus menghadapi masalah serius melakoni babak semi final Piala Presiden melawan Sriwijaya FC di Stadion Kanjuruhan, menyusul akumulasi dua kartu kuning yang diterima Samsul Arif dan Ferry Aman Saragih (FAS), Sabtu (3/10/2015).

"Kondisi tim sebenarnya bagus, semua kondisi baik. Hanya saja, ada pemain kami yang tidak bisa tampil karena aturan akumulasi kartu kuning," ungkap Pelatih Arema Cronus, Joko 'Gethuk'.

Pemain lain ada juga yang mengantongi kartu kuning tetapi masih memiliki kesempatan bermain, bahkan ada yang sudah mendapat dua kartu kuning.

"Revi dapat dua kartu kuning tapi masih bisa main. Sama seperti Sandy Sute (pemain BUP) di Bali kemarin yang masih bisa main karena hukuman kartu kuningnya tidak didapat berturut-turut," terang Gethuk.

Bagi Gethuk, Samsul dan FAS memiliki peran penting dalam kondisi pertandingan sekarang ini. Samsul yang sudah menyumbang gol bagi Arema memiliki andil besar untuk mengobrak-abrik pertahanan lawan.

Pemain depan ini bisa menjadi peluru tajam lewat kocekannya ketika serangan dari lini tengah dan sayap buntu. Sedangkan FAS yang biasa beroperasi di barisan tengah seringkali memberi sokongan serangan yang kuat ke depan.

"Sekarang ini semua pemain penting, ketidakhadiran salah satu pemain saja akan berpengaruh pada tim. Tapi kami juga percayakan posisi pemain yang absen pada yang lain. Tugas pemain yang absen harus bisa digantikan pemain lain," tegas Gethuk.

General Manager Arema Cronus, Ruddy Widodo membenarkan aturan sanksi tidak boleh bermain bagi pemain yang mendapat dua kartu kuning masih berlaku.

"Aturan sanksi kartu kuning masih tetap, tidak ada pemutihan di babak semi final. Pemutihan kartu baru diberlakukan di babak final," ujar Ruddy yang menyampaikan keputusan Mahaka, penyelenggara Piala Presiden.

Editor: Husein Sanusi
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved