Liga Super Indonesia

Laga Tak Digelar di Palembang, Manajemen Sriwijaya FC Minta Maaf

Mau bagaimana lagi, kita tidak bisa melawan alam. Mau di Bandung, mereka juga sebelumnya ada pertandingan Mitra Kukar vs Persib.

Laga Tak Digelar di Palembang, Manajemen Sriwijaya FC Minta Maaf
Tribun Sumsel
PAKAI MASKER - Beberapa pemain Sriwijaya FC mengenakan masker pada latihan di Stadion Gelora Sriwijaya Palembang, Rabu (30/9/2015) pagi sebagai persiapan menghadapi Arema Cronus di semifinal Piala Presiden 2015. 

TRIBUNNEWS.COM, PALEMBANG - Manejemen Sriwijaya FC meminta maaf karena tidak bisa berjuang untuk menjadikan Gelora Sriwijaya Jakabaring menjadi home base.

Sekretaris PT SOM Faisal Mursyid mengatakan, manajemen telah berusaha dan bekerja keras agar tetap bermain di Palembang.

"Mau bagaimana lagi, kita tidak bisa melawan alam. Mau di Bandung, mereka juga sebelumnya ada pertandingan Mitra Kukar vs Persib. Jakarta sendiri sedang rehab. Sedangkan Bali terlalu jauh," ungkap Faisal terlihat bingung mau main dimana lagi, Selasa (6/10/2015).

Memang, selain Stadion Manahan Solo, ada beberapa stadion seperti Si Jalak Harupat, Soreang, Bandung, Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Namun PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) selaku manajemen SFC, telah memutuskan memilih Kota Solo, sebagai kandang mereka.

Sekretaris Tim SFC Ahmad Haris, menyatakan, pihaknya sudah mengupayakan agar laga kandang yang dimainkan SFC tetap di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring.

“Setelah pihak Mahaka mengeluarkan larangan bermain di Palembang untuk leg kedua semifinal, kami juga mencari alternatif lain. Bukan hanya pada Stadion Manahan,” ujarnya.

Haris mengungkapkan, untuk menggelar pertandingan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, paling tidak dibutuhkan waktu dua pekan, untuk mengurus semua perizinan serta persiapan panitia pelaksana. Sementara SFC hanya memiliki waktu tak lebih dari lima hari efektif untuk menjalankan pertandingan tersebut.

“Kalau di Stadion Si Jalak Harupat, Persib Bandung juga baru menggelar pertandingan semifinal. Panitia disana tentu keberatan ada dua pertandingan dalam dua hari berturut-turut. Banyak juga masukan yang datang ke manajemen, tapi ada stadion yang dinilai tak layak menggelar laga semifinal, apalagi digelar malam hari,” ungkapnya.

Editor: Husein Sanusi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved