Rizal Hafid: Pra PON Dijadwalkan Kembali Digelar Akhir November
PSSI sudah angkat tangan dan rencana penyelenggaraan babak fase grup Pra PON itu akan digelar oleh PB PON
TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Tersiar kabar bahwa Pertandingan cabang olahraga sepak bola babak kualifikasi PON XIX Zona Jawa di Stadion Jatidiri, Semarang, Jawa Tengah yang dibatalkan pada awal Oktober 2015, karena izin pertandingan dicabut oleh pihak kepolisian akan kembali digelar pada akhir November 2015.
"Informasi yang kami dapat Pra PON akan kembali digelar paling lambat 30 November 2015. Tetapi sampai hari ini belum ada penjelasan secara resmi soal penyelenggaraannya," kata anggota Komite Eksekutif (Exco) Asprov PSSI DKI Jakarta, Rizal Hafid kepada Harian Super Ball.
Rizal berujar akibat pembatalan itu, PSSI sudah angkat tangan dan rencana penyelenggaraan babak fase grup Pra PON itu akan digelar oleh PB PON.
"PSSI sudah tidak memegang lagi dan infonya diambil alih oleh PB PON. Tetapi sampai sekarang kami belum diundang untuk membicarakan soal waktu dan tempat pelaksanaannya," ujar Rizal.
Rizal yang juga menjadi Ketua Umum Persitara Jakarta Utara itu berharap agar PB PON bisa segera memberikan konfirmasi kepada seluruh peserta Pra PON, khususnya tim yang tergabung dalam Zona Jawa, seperti DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, dan Yoyakarta.
"Akibat pembatalan kemarin, kami merugi sampai Rp 200 jutaan. Kabar Tim Transisi akan mengganti semua kerugian itu belum terealisasi sampai sekarang. Oleh karena itu harapannya pertandingan bisa digelar secepatnya. Karena kami sudah melakukan persiapan selama satu tahun. Bahkan sampai sekarang seluruh pemain tetap berlatih," tutur Rizal.
Rizal meminta kepada pemerintah dan pihak kepolisian mengeluarkan izin bertanding, karena sudah tidak ada keterlibatan PSSI di pertandingan nanti. Apalagi PON merupakan hajat olahraga tingkat nasional.
"Tanpa ada sepak bola di PON tentu akan berpengaruh pada antusias masyarakat, karena sepak bola merupakan olahraga yang paling banyak diminati. Lagipula PON sudah menjadi agenda nasional. Jangan sampai gagal lagi seperti kemarin," ucap Rizal.
Rizal menambahkan, jika memang Pra PON digelar, PB PON jangan lagi menggunakan stadion yang sama seperti di saat gagal sebelumnya.
"DKI Jakarta siap kok kalau memang tidak ada tempat yang sesuai. Gelora Bung Karno (GBK) adalah tempat yang paling ideal untuk menggelar Pra PON. Jawa Barat juga siap menjadi tempat bertanding," tambah Rizal.
Bahkan Rizal menyarankan, jika memang menyulitkan dan memakan waktu, tidak masalah jika Pra PON ditiadakan.
"Seluruh peserta langsung saja ikut di penyisihan PON. Ini jadi cara efektif dan efisien di saat konflik sepak bola kita. Sehingga tidak memakan biaya dan waktu yang panjang. Itu ide saya dan akan bagus jika bisa dilakukan ," saran Rizal.
Rizal menjelaskan seluruh tim peserta termasuk DKI Jakarta sudah sangat siap untuk menjalani Pra PON.
"Semua tim sudah siap bertanding dan terus melakukan persiapan dengan latihan rutin. Kalau sampai gagal lagi, motivasi pemain akan berantakan. Harapannya jangan sampai seperti itu. Ini menyangkut masa depan sepak bola kita," jelas Rizal.
Tim DKI Jakarta sudah dilengkapi dengan 25 pemain. Dengan dipimpin pelatih Sudirman, anak-anak ibukota melakukan rutin dua sampai tiga kali sehari.
"Meski batal, kami tetap berlatih untuk berjaga-jaga pertandingan digelar dalam waktu dekat. Kalau biasanya latihan setiap hari. Sekarang latihan seminggu dua sampai tiga kali. Jadi jangan sampai persiapan kami jadi sia-sia. Kasihan pemain dan pelatih yang sudah menyiapkan diri sejak satu tahun lalu," papar Rizal.
Menurut Rizal, PSSI telah melakukan kesalahan dalam menunjuk Jawa Tengah sebagai lokasi pengganti setelah Jawa Timur mengundurkan diri.
Sementara sebelumnya Asprov PSSI DKI Jakarta telah mengajukan diri sebagai pengganti Jawa Timur. Namun ternyata, secara sepihak PSSI justru memindahkan yang ujung-ujungnya tetap batal digelar.
"Yang memindahkan lokasi ke Jawa Tengah adalah Sekjen PSSI, Aswan Karim dan Direktur Kompetisi PSSI, Tommy Welly. Mereka mengatakan, Asprov PSSI DKI Jakarta belum mengajukan diri sebagai tuan rumah. Berkas yang kami berikan katanya belum diterima. Padahal kami sudah mengirimkan berkasnya," tegas Rizal.
Padahal DKI Jakarta sebagai ibukota memiliki Stadion GBK yang sangat pantas dijadikan tempat untuk penyelenggaraan Pra PON.
"Stadion Jatidiri, Semarang jauh dibanding GBK. Jika dibandingkan, Stadion Tugu, Jakarta Utara justru lebih bagus dari Stadion Jatidiri. Ketika kami tanyakan siapa yang memindahkan sepihak itu, PSSI mengatakan Ketum PSSI La Nyalla yang memindahkan sepihak lokasi ke Jawa Timur," tutur Rizal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/asprov-pssi-dki-tolak-jateng-tuan-rumah-kualifikasi-pra-pon-zona_20151007_121316.jpg)