Taring Macan Kemayoran Masih Perlu Diasah
Persija tercatat sebagai tim kedua dari bawah dalam urusan mencetak gol di waktu normal
TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Kendati sukses melenggang ke babak delapan besar Piala Jenderal Sudirman (PJS), Persija Jakarta punya pekerjaan rumah yang harus dituntaskan.
Taring lini depan Macan Kemayoran perlu diasah secara intensif demi menjaga asa lolos ke final.
Persija tercatat sebagai tim kedua dari bawah dalam urusan mencetak gol di waktu normal. Tim besutan Bambang Nurdiansyah hanya mampu menciptakan empat gol, lebih unggul dua angka dari Sriwijaya FC yang hanya mampu menciptakan dua gol.
Bomber asal Kamerun Emmanuel 'Pacho' Kenmogne yang diharapkan menjadi ujung tombak di lini depan hanya mampu menyumbangkan satu gol.
Namun, catatan kurang memuaskan ini bukan kesalahan Pacho semata.
Minimnya suplai bola dari lini tengah dan sayap kepada Pacho menyulitkanya untuk melakukan percobaan ke gawang lawan.
Striker 35 tahun itu kerap terisolasi di depan lantaran kurang dimanjakan para gelandang.
Torehan gol terbanyak justru disumbangkan oleh Raphael Maitimo. Gelandang serang 31 tahun itu seringkali muncul dari belakang untuk memanfaatkan ruang kosong ketika bek lawan lebih fokus mengawal Pacho.
Adapun sisa gol lainnya dibukukan oleh gelandang sayap Ramdani Lestaluhu. Uniknya, gol tersebut tercipta berkat kerjasama satu-dua di kotak penalti dengan pemain sayap lainnya, Dedi Hartono.
Koleksi empat gol yang diciptakan anak-anak Jakarta jauh tertinggal dari Arema Cronus. Tim berjuluk Singo Edan mampu menciptakan 11 gol yang sebagian dicetak Syamsul Arif.
"Saya akui tim ini masih banyak kekurangan, terutama menyangkut efektivitas serangan. Ketajaman pemain harus kita tingkatkan terus di waktu tersisa ini. Tapi, kuncinya adalah meningkatkan kebugaran lebih dulu agar mampu bermain sesuai strategi apapun," ungkap Bambang Nurdiansyah.
Mbida Messi, yang diharapkan bisa menambah kreativitas lini serang dianggap tidak mampu menunjukkan penampilan terbaiknya.
Bahkan, gelandang serang asal Kamerun itu terpaksa dicoret dalam daftar pemain di babak delapan besar.
Pelatih yang akrab disapa Banur itu pun mengaku kehilangan Muhammad Ilham. Absennya pemain sayap 34 tahun itu ternyata mengurangi agresivitas serangan dari sayap.
"Dari awal memang kita sudah kekurangan pemain depan. Mungkin Aldi (Al Achya) yang selama ini sering kami mainkan di sayap bakal lebih banyak didorong ke depan. Kalau ada Bepe (Bambang Pamungkas) justrun lebih bagus. Tapi, saya belum dapat kepastian soal dia," ujar Banur.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/persija-berlatih-jelang-babak-8-besar-piala-jenderal-sudirman_20151205_213108.jpg)