Pengembangan Sepakbola Bandung Terkendala Fasilitas
Tak seperti kebanyakan SSB lainnya, SSB Bina Bangsa ini lebih mengedepankan aspek sosial dengan mengumpulkan pemain-pemain dari berbagai panti asuhan
TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Minimnya fasilitas dan sarana masih menjadi kendala bagi mantan pemain Persib Bandung, Yusuf Bachtiar dalam mengembangkan potensi-potensi muda yang dimiliki Kota Bandung melalui sekolah bola (SSB) Bina Bangsa yang telah dibinanya selama kurang lebih dua tahun.
Tak seperti kebanyakan SSB lainnya, SSB Bina Bangsa ini lebih mengedepankan aspek sosial dengan mengumpulkan pemain-pemain dari berbagai panti asuhan yang dilatih di Lapangan Lodaya, Kota Bandung.
"Tidak dipungut bayaran, karena sepakbola adalah milik semua," kata Yusuf di Taman Film, Tamansari, Kota Bandung, belum lama ini.
Karena hanya menggunakan sumber daya seadanya dengan rekan-rekannya di SSB tersebut, Yusuf mengaku sulit untuk mengemas program latihan secara maksimal. Padahal potensi yang dimiliki oleh anak-anak di Kota Bandung begitu besar, terbukti dengan suksesnya Persib U-15 menjuarai Piala Menpora 2016 beberapa waktu lalu.
"Anak-anak itu supaya bisa bermain (seperti) di Persib yang lebih tinggi harus ada sarana, pembinaan yang membutuhkan biaya, saya tahu betul soal SSB disamping sarana, dari segi anggaran juga hasil patungan dari anggota (staf pelatih) yang memang sedikit dan tidak mencukupi," ucap Yusuf.(dam)