Breaking News:

Kualiafikasi Piala Dunia 2018

Julen Lopetegui Ingin Spanyol Mencintai Diego Costa

Costa memang kerap membuat kontroversi di dalam lapangan, sehingga tidak jarang itu merugikan dirinya dan juga tim

Editor: Dewi Pratiwi
Harian Super Ball
Harian Super Ball edisi Minggu (9/10/2016) halaman 1 

TRIBUNNEWS.COM - Menjelang duel melawan Albania, Julen Lopetegui mengimbau publik sepak bola Spanyol untuk mulai "mencintai" striker bengal, Diego Costa.

Setelah mencetak sepasang gol dalam kemenangan 8-0 atas Liechtenstein pada pertandingan kedua kualifikasi Piala Dunia 2018 Grup G Zona Eropa bulan lalu, Costa mendapat kritikan lantaran penampilannya saat Spanyol bermain imbang 1-1 melawan Italia pada matchday 3 hari Jumat lalu.

Alih-alih membobol gawang Italia, Costa justru mendapat kartu kuning. Striker Chelsea tersebut akhirnya digantikan Alvaro Morata, menit ke-67.

Costa memang kerap membuat kontroversi di dalam lapangan, sehingga tidak jarang itu merugikan dirinya dan juga tim.

Meski demikian, Pelatih Timnas Spanyol Lopetegui membela Costa dan mengisyaratkan striker berusia 28 tahun tersebut tetap menjadi starter dalam pertandingan di Albania, Senin (10/10/2016) dini hari WIB.

Lopetegui percaya Costa bisa mengubah perilakunya. Tetapi, pelatih berusia 50 tahun itu juga menegaskan mereka harus menerima gaya bermain mantan striker Atletico Madrid tersebut.

"Diego memiliki karakter tertentu. Dia petarung. Tetapi, terkadang reaksinya merusak reputasinya," ujar Lopetegui kepada El Larguero.

"Dia akan seperti besi yang sangat kuat jika berkembang. Dia menyadari itu, begitu juga kami. Hal-hal seperti ini juga bisa sangat menyakitinya," ujarnya.

"Tetapi, kami harus mencintai cara Diego bermain dan mencoba memahaminya. Setiap kesempatan kecil bisa membuat perbedaan di dalam pertandingan sulit," tambahnya.

Menghadapi Albania, Lopetegui tidak akan melakukan banyak perubahan dari tim inti yang menahan Italia.

Tapi, bek kiri Jordi Alba cedera paha. Perannya akan digantikan oleh bek Arsenal, Nacho Monreal.

Kapten Sergio Ramos juga akan tetap memimpin di jantung pertahanan La Furia Roja, meskipun bek tengah Real Madrid ini melakukan kesalahan yang membuat Italia mencetak gol penyeimbang.

Bek Nacho Fernandez menyebut duel di Albania bakal sulit.

"Albania mungkin tidak memiliki nama besar seperti Italia, tetapi mereka sangat kompak," katanya.

Baca Selengkapnya Hanya di KORAN SUPER BALL, Minggu (9/10/2016)

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved