Liga Super Indonesia

Gagal di Piala Presiden, Pemain Sriwijaya FC Diliburkan Sepekan

Pasalnya, setelah tersingkir di Piala Presiden, Yu Hyun Koo dkk, akan langsung digenjot untuk bersiap melakoni kompetisi

Gagal di Piala Presiden, Pemain Sriwijaya FC Diliburkan Sepekan
TRIBUN/DANY PERMANA
Pemain Sriwijjaya FC memprotes keputusan wasit saat bertanding melawan Arema FC dalam pertandingan babak 8 besar Piala Presiden 2017 di Stadion Manahan, Solo, Minggu (26/7/2017). Arema mengalahkan Sriwijaya FC melalui gol tunggal Adam Alis. TRIBUNNEWS/DANY PERMANA 

TRIBUNNEWS.COM, PALEMBANG - Mengobati sedikit kesedihan, penggawa Sriwijaya FC diberikan jatah refreshing satu pekan.

Pasalnya, setelah tersingkir di Piala Presiden, Yu Hyun Koo dkk, akan langsung digenjot untuk bersiap melakoni kompetisi sebenarnya di Liga 1 April mendatang.

Kekalahan dari Arema menjadi pelajaran berharga bagi skuad Widodo Cahyono Putro ini.

Apalagi terlepas akibat keberpihakan wasit, penggawa SFC harus lebih kuat di Liga 1.

Manajemen mempersilahkan punggawa Laskar Wong Kito untuk pulang ke kampung halamannya masing-masing.

“Pemain libur latihan selama satu pekan, pemain baru akan kumpul lagi Minggu (5/3) mendatang,” kata Sekretaris Tim SFC Achmad Haris, Selasa (28/2/2017).

Manajemen sengaja memberikan libur pada pelatih dan pemain, karena memang selama enam pekan terakhir mereka terus bekerja keras di lapangan hijau.

Tim menjalani latihan keras selama dua pekan di Palembang sebelum turun di Piala Presiden.

Selanjutnya, anak asuh Widodo Cahyono Putro bertolak ke Bali guna mengarungi babak penyisihan grup 4.

Punggawa Laskar Wong Kito melakoni tiga laga yang cukup menguras tenaga mengingat persaingan antara Bali United, Barito Putera dan Pusamania Borneo FC terbilang ketat.

Melewati perjalanan yang cukup terjal SFC berhasil melaju ke babak perempatfinal dengan status runner up terbaik. Kemudian dipertemukan dengan Arema FC dan menelan kekalahan 0-1.

Dalam laga melawan Singo Edan, tak hanya fisik yang terkuras tapi juga emosi. Oleh sebab itulah, manajemen sengaja memberikan libur pada pemain untuk dapat mengembalikan stamina yang terkuras dan juga refresing serta mencari ketenangan.

Pemain butuh ‘obat’ untuk mengobati kekecewaan gagal ke semifinal dengan cara yang dianggap tidak fair, karena keputusan wasit yang dianggap berat sebelah.

“Kita berharap saat tim kembali berkumpul, pemain sudah benar-benar fresh,” ucapnya.

Editor: Husein Sanusi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved