Liga Indonesia
Nasib Sylvano Comvalius di Bali United Ditentukan Siang Ini
Sylvano Comvalius menutup Liga 1 Indonesia berkostum Bali United dengan 37 gol, dua di antaranya ia cetak ke gawang Persegres Gresik United.
Editor:
Y Gustaman
Laporan Wartawan Tribun Bali, Marianus Seran
TRIBUNNEWS.COM, BALI - Sylvano Comvalius menutup Liga 1 Indonesia berkostum Bali United dengan 37 gol, dua di antaranya ia cetak ke gawang Persegres Gresik United.
Penyerang asal Belanda itu menghipnotis pendukung Bali United yang menjejali Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Minggu (12/11) malam. Di laga pamungkas Comvalius mencetak dua gol.
Namun, mesin gol dengan ciri khas berewok ini belum dipastikan tetap berseragam Bali United musim kompetisi Liga 1 mendatang.
Setelah Irfan Bachdim dan beberapa pemain penting memutuskan bertahan bersama skuat Sedadu Tridatu, hanya Sylvano Comvalius yang belum memutuskan bertahan atau hengkang.
Baca: Empat Kali Beruntun Timnas Swiss Mentas di Piala Dunia
Baca: Undian Fase Grup Piala Dunia 2018 yang Kamu Harus Tahu
Baca: Semen Padang FC Terdegradasi, Pelatih dan Pemain Minta Maaf
Baca: Rudi Voeller Yakin Jerman Pertahankan Gelar Juara Piala Dunia
Owner Bali United Pieter Tanuri menyatakan, nasib Comvalius akan ditentukan, Senin (13/11) siang. Pieter Tanuri akan kembali bernegosiasi dengan Comvalius.
"Kita belum mendapat kepastian. Esok (hari ini, red) ketemu lagi. Kita berpikir Bali ini untuk selamanya. Tidak ingin memaksakan. Besok jika kemungkinan negosiasi gagal, berarti gagal," kata Pieter Tanuri, usai laga semalam.
"Semua pemain yang kita inginkan sudah nyatakan komitmen. Satu-satunya yang belum adalah Comvalius. Saya coba mempertahankan dia, kita lihat besok (hari ini red)," tambah dia.
Di sisi lain, Comvalius menyiapkan 33 t-shirt berwarna putih yang bergambar wajah dirinya di bagian depan. Karikatur itu bertulis nama semua pelatih dan pemain Bali United di depannya.
T-shirt itu dibagikan kepada semua pemain usai laga kemarin di Dipta. Apakah ini isyarat Comvalius berpisah dengan Bali United?
Sinyal kepergian dia pergi sangat kuat.
"Saya berpikir masih muda baru 33 tahun. Dan saya tentu mengutamakan karier sepakbola saya. Di Indonesia, politik mencampuri sepak bola," kata Comvalius.
Pemain yang banyak dilirik klub-klub Malaysia ini menjelaskan, takut jika kembali menjalani kompetisi di Indonesia, dan federasi kembali disanksi dan berpengaruh terhadap gaji pemain.