Breaking News:

Liga 2

PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta Harus Dipisah Grup Soalnya Potensi Rusuh Ada kata Polda Yogyakarta

PT Liga Indonesia Baru (LIB) melakukan manager meeting dengan perwakilan klub-klub Liga 2 di Hotel Grand, Kemang, Jakarta Selatan

Tribun Jateng/Tribun Jateng/Hermawan Handaka
Para Suporter PSS Sleman Brigata Curva Sud menyalakan kembang api usai menyaksikan PSIS Semarang vs PSS Sleman dalam Uji Coba, di Stadion Jatidiri Semarang, Sabtu (9/4/2016) malam. Uji coba yang berakhir imbang 1-1 ini untuk menguji kualitas klub jelang kompetisi Indonesia Soccer Competition Seri B yang rencana akan diselenggarakan pada bulan ini. (Tribun Jateng/Hermawan Handaka) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Liga Indonesia Baru (LIB) melakukan manager meeting dengan perwakilan klub-klub Liga 2 di Hotel Grand, Kemang, Jakarta Selatan, Senin (16/4/2018).

Dalam pertemuan itu diputuskan, Liga 2 2018 yang terisi oleh 24 klub itu akan terbagi dua wilayah, Grup Barat dan Grup Timur.

Salah satu keputusannya itu juga terkait status wilayah dari PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta.

Direktur Utama PT LIB, Berlinton Siahaan memastikan bahwa kedua klub asal Daerah Istimewa Yogyakarta itu akan tetap berada di Grup Timur.

Sebelumnya, manajemen kedua belah pihak keberatan bila PSS dan PSIM tergabung dalam satu grup.

Polda Yogyakarta juga meminta agar PSS dan PSIM tidak satu wilayah dikarenakan ada potensi terjadi bentrokan suporter bila bertemu.

Permintaan itu sempat dibahas saat pertemuan ini.

Sayang, PT LIB sudah memutuskan bahwa PSS dan PSIM tetap satu wilayah.

Pertemuan dua tim sewilayah ini mencuatkan kekhawatiran terutama bagian manajemen PSIM.

Sekretaris PSIM Jarot Kastawa mengatakan pihaknya bukan mengkhawatirkan teknis lapangan namun faktor keamanan ketika laga berlangsung.

Halaman
12
Editor: Toni Bramantoro
Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved