Mafia Sepak Bola

Polisi Buka Peluang Periksa Ketum PSSI Edy Rahmayadi

Empat nama sudah diringkus Satgas Anti-Mafia Bola terkait kasus pengaturan skor.

Polisi Buka Peluang Periksa Ketum PSSI Edy Rahmayadi
Tribunnews/Abdul Majid
Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Edy Rahmayadi memberikan sambutan dalam acara penandatanganan kesepakatan kerja sama antara PSSI dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang dilangsungkan di Gedung BRI, Jakarta Pusat, Rabu (1/8/2018). 

TRIBUNNEWS.COM - Empat nama sudah diringkus Satgas Anti-Mafia Bola. 

Terakhir sosok vital Anggota Komdis PSSI, Mbah Putih alias Dwi Irianto ditangkap di Yogyakarta, Jumat (28/12/2018).

Karopenmas Divhumas Polri, Dedi Prasetyo menyebut Mbah Putih sebagai penyandang dana atas kasus pengaturan skor.

Satu di antaranya kedapatan menjadi tersangka, Polisi tidak menutup kemungkinan memeriksa Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi.

"Ya nanti akan sangat tergantung dari hasil pemeriksaan hari ini. Dan pemeriksaan dari para tersangka yang sudah ditetapkan kemarin," urai Dedi.

Kasus dugaan pengaturan skor kembali muncul ke publik usai pengakuan dari beberapa sumber di program televisi swasta.

Kapolri Tito Karnavian yang kala itu menjadi nara sumber langsung bergegas membentuk Satgas Anti Mafia Bola untuk mengusut tuntas kasus tersebut.

Sejauh ini empat orang telah diringkus Satgas Anti-Mafia Bola. 

1. Priyanto alias Mbah Pri.
Mantan anggota komisi wasit, ditangkap di Semarang, Jawa Tengah, Senin (24/12/2018).
2. Anik Yuni Artikasari alias Tika.
Anak Mbah Pri, ditangkap di Pati, Jawa Tengah, Senin (24/12/2018).
3. Johan Lin Eng.
Anggota Exco PSSI, ditangkap di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (27/12/2018).
4. Dwi Irianto alias Mbah Putih. 
Anggota Komdis PSSI, ditangkap di Yogyakarta, Jumat (28/12/2018).

Penulis: Reynas Abdila
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved