Piala AFF U22

Sepakbola Indonesia Masih Punya Potensi Besar kata Agus Sulaeman

Keberhasilan Timnas U-22 menuai prestasi dengan menjuarai Piala AFF U-22 harus dijadikan momentum PSSI untuk ‘bersih-bersih’ diri.

Sepakbola Indonesia Masih Punya Potensi Besar kata Agus Sulaeman
ist
Agus Sulaeman 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Keberhasilan Timnas Indonesia U-22 menuai prestasi dengan menjuarai Piala AFF U-22 harus dijadikan momentum PSSI untuk ‘bersih-bersih’ diri.

Tidak hanya hikmah, PSSI juga harus mengambil pelajaran dan fakta bahwa dengan pemain-pemain muda yang ‘steril’ dengan karut marut persepak bolaan Indonesia, terutama match fixing (pengaturan skor), timnas Indonesia mampu berprestasi di kancah internasional.

Di sisi lain, timnas senior yang notabene bermaterikan pemain-pemain top, justru melempem karena kompetisinya terindikasi sudah ‘diracuni’ dengan suap dan pengaturan skor.

“Ini fakta yang tidak terbantahkan. Artinya, sepak bola Indonesia masih memiliki potensi besar, asal PSSI serius ‘membersihkan’ dari penyakit suap dan pengaturan skor, terutama di jajaran pengurus, mulai dari pusat sampai ke daerah,” ungkap Sekretaris Ikatan Alumni PSSI Pers, Agus Sulaeman, Kamis (28/2/2019).

Seperti diketahui, PSSI saat ini dihantam ‘badai’ berupa kasus pengaturan suap. Tim Satgas Mafia Bola Mabes Polri telah menetapkan beberapa ‘pemain-pemain’ pengaturan skor yang notabene adalah para pengurus PSSI yaitu Johar Lin Eng (Exco PSSI), Hidayat (Exco PSSI yang mengundurkan diri sebelum ditetapkan sebagai tersangka), Dwi Irianto alias Mbah Putih (anggota Komdis), Vigit Waluyo, Priyanto, Anik Yuni Artikasari, Mansyur Lestaluhu, Muhammad Mardani, Musmuliadi dan Abdul Gofur (office boy PSSI).

Belakangan, pelaksana tugas ketua umum PSSI Joko Driyono tengah diperiksa, disangkakan menghilangkan barang bukti pengaturan skor.

Agus Sulaeman menyatakan, semangat dan motivasi Timnas U-22 ini bisa diteruskan PSSI dengan melakukan revolusi kepengurusan. Itu wajib dilakukan, karena sudah terlalu banyak ‘pemain’ di dalam tubuh PSSI.

“Sebenarnya urusan pengaturan skor ini sudah menjadi rahasia umum di PSSI. Bahkan sudah lama tertanam semboyan diantara pengurus ‘tali rapia tali sepatu, sesama mafia harus bersatu’,” ungkap Agus, mantan koordinator wartawan PSSI, yang mendirikan Ikatan Alumni PSSI Pers bersama Antonius 'Ino' Bramantoro.

Agus Sulaeman menjelaskan, aroma pengaturan skor sudah tercium sejak lama. Tapi tidak ada upaya atau tindakan tegas terhadap ‘pemain-pemainnya’.

Dalam konteks itu Ikatan Alumni PSSI Pers mengapresiasi kinerja Satgas Antimafia Bola yang dibentuk Mabes Polri yang sejauh ini dinilai sudah bekerja profesional dan proporsional.

Halaman
12
Editor: Toni Bramantoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved