Liga 1

Pelatih PSS Sleman Beri Ultimatum Bakal Coret Satu Legiun Asing: Rekan Setim Neymar di Ujung Tanduk

Kondisi tersebut tak ayal membuat nasib mantan rekan setim Neymar di timnas junior Brasil tersebut di ujung tanduk.

Pelatih PSS Sleman Beri Ultimatum Bakal Coret Satu Legiun Asing: Rekan Setim Neymar di Ujung Tanduk
Tribun Jogja/ Hanif Suryo
Legiun asing PSS Sleman, Guilherme Felipe de Castro Batata saat tampil lawan Badak Lampung FC pada laga uji coba di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (27/4/2019) lalu 

TRIBUNNEWS.COM, SLEMAN - Sempat dikabarkan sembuh dari cedera, pemain asing PSS Sleman, Guilherme Felipe de Castro alias Batata kembali naik meja perawatan.

Praktis, peluang untuk tampil saat menjamu Bhayangkara FC, Jumat (21/6/2019), mendatang dipastikan tertutup rapat.

Bahkan, kemungkinan besar, talenta Brasil ini belum bisa disertakan saat Super Elang Jawa meladeni juara bertahan Persija Jakarta, Rabu (3/7/2019).

Gelandang bertahan asal Brasil, Guilherme Batata menjalani tes medis untuk bergabung ke PSS Sleman di RSUD Sleman, Kamis (21/3/2019).
Gelandang bertahan asal Brasil, Guilherme Batata menjalani tes medis untuk bergabung ke PSS Sleman di RSUD Sleman, Kamis (21/3/2019). (Istimewa)

Kondisi tersebut tak ayal membuat nasib mantan rekan setim Neymar di timnas junior Brasil tersebut di ujung tanduk.

Bukan tidak mungkin, kebersamaannya bersama Laskar Sembada hanya bertahan hingga paruh kompetisi ini.

Pelatih PSS Sleman, Seto Nurdiantoro, bahkan mengultimatum untuk mencoret Batata andai tak kunjung memberi kontribusi bagi tim.

Sebab, Seto mengaku tidak ingin bergantung kepada pemain tertentu, karena ia mempunyai Nerius Alom dan Wahyu Sukarta yang bisa menggantikan peran Batata.

"Keduanya bagus, tidak ada yang lebih bagus. Mereka memiliki tipikal cara yang bermain berbeda. Hanya perlu ditingkatkan kesepahaman antar pemain dan kerja sama tim. Batata jelas tidak bisa, jika berkelanjutan bisa kami coret," tegas Seto dilansir dari laman resmi klub.

Benar saja, dalam tiga pertandingan sebelumnya, Nerius Alom dan Wahyu Sukarta dimainkan secara bergantian, untuk menjalankan peran holding midfielder.

Seakan ingin membayar kepercayaan, keduanya mampu menunjukkan performa cukup mumpuni.

Seto pun menilai, kedalaman skuatnya kini tidak lagi timpang, dimana kualitas seluruhnya, hampir merata dan tidak ada perbedaan mencolok.

Selain itu, eks juru taktik PSIM Yogyakarta ini menganggap, chemistry antar pemain, mulai terbangun dengan baik.

Di lain sisi, PSS terancam tidak diperkuat sejumlah pemain, seperti kiper Ega Rizky, bek Ikhwan Ciptady, gelandang Dave Mustaine, dan striker Brian Ferreira akibat cedera.

"Ega sedikit masalah dengan engkelnya, kita menunggu keputusan dari medis. Dave, Ikhwan dan Brian sempat merasa ada masalah, rekomendasi tim medis masih bisa mengikuti latihan. Apakah bisa dimainkan atau tidak, kami tunggu keputusan medis hingga hari Kamis," katanya. (*)


Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved