Erick Thohir Siap Beli Persis Solo, Asalkan Syarat Ini Terpenuh

Eks Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Erick Thohir mengatakan sangat tertarik dengan klub asal Solo, Persis Solo

Erick Thohir Siap Beli Persis Solo, Asalkan Syarat Ini Terpenuh
tribunnews.com/abdul majid
Eks Ketua KOI Erick Thohir saat hadir di acara Kongres KOI 2019 di Hotel Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta, Rabu (9/10/2019). Tribunnews/Abdul Majid 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Eks Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Erick Thohir mengatakan sangat tertarik dengan klub asal Solo, Persis Solo.

Ia pun berniat untuk membeli klub yang kini bermain di Liga 2 tersebut. Namun, keinginannya masih terganjal dengan persoalan sengketa klub.

Kepemilikan saham PT Persis Solo Saestu (PSS) bermasalah lantaran jual-belinya dilakukan tanpa rapat umum.

26 klub internal selaku pemegang 10 persen saham Persis menggugat penjualan saham PT Syahdana Properti Nusantara (SPN) kepada Vijaya Fitriasa. Penjualan saham tersebut dinilai cacat hukum.

"Persis itu sangat potensi, lapangannya sudah siap, kota Solonya bagus, infrastrukturnya juga bagus, perlu punya klub yang dikelola profesional. Tetapi saya tak mau terjebak proses hukum karena selama ini Pasoepati dan pemilik tak akur. Saya juga tak mau terlibat dihukumnya. Jadi saya menunggu itu baru saya masuk," kata Erick di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Rabu (9/10/2019).

Lebih lanjut, Erick mengatakan tidak ada batas waktu yang diberikan kepada Persis Solo agar lebih cepat dibelinya. Dia menyerahkan semua kepada pihak yang terkait. 

"Tidak ada. Tetapi saya bilang (ada) potensi dan bisa digarap dengan baik," ujar dia.

Menurut Erick, penyelesaian hukum juga ikut memastikan peputaran ekonomi dalam klub juga bakal berjalan baik.

"Persib setiap tahunnya menyumbang sekian untuk kegiatan klub-klub di bawahnya. Nah, kalau ini (Persis) ya mohon maaf kalau klubnya sendiri tak sehat bagaimana ekonominya tak mutar kan ujung-ujungnya bisnis," kata dia.

Meski begitu, jika semuanya persoalan hukum beres. Erick juga tak mau hanya separuh dari saham. Melainkan menjadi pemilik saham mayoritas.

"Kalau Erick masuk maunya mayoritas lah masa minoritas. Tetapi kembali lagi, kuncinya fans dukung tidak. Kalau tak dukung bagaimana? Yang namanya klub itu nomor satu harus mendapat kepercayaan fans. Kalau fans tak dukung, siapa mau tonton?”, pungkasnya.

Penulis: Abdul Majid
Editor: Toni Bramantoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved