Langkah PSSI Jika Indonesia Gagal Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20

Indonesia adalah negara yang tepat jika dibanding dengan Peru dan Brasil yang juga mengajukan diri menjadi tuan rumah.

Langkah PSSI Jika Indonesia Gagal Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20
Super Ball
Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Sekretaris Jendral PSSI, Ratu Tisha optimistis Indonesia -satu-satunya wakil dari Asia yang mengajukan diri menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2021- bisa dipilih FIFA.

Apalagi, kata Ratu Tisha, jika FIFA ingin meningkatkan pasar penjualannya di Asia khususnya Asia Tenggara, maka Indonesia adalah negara yang tepat jika dibanding dengan Peru dan Brasil yang juga mengajukan diri menjadi tuan rumah.

Akan tetapi, Indonesia masih punya kendala yakni mengenai persiapan venue jika dibanding dua negara lainnya. 

Baca: Jadwal Siaran Langsung TVRI Denmark Open 2019: Marcus/Kevin, Jojo, dan Ginting Turun Berlaga

Baca: Timnas Indonesia Akhirnya Panggil Otavio Dutra: Tugas Berat Lawan Vietnam

Baca: Delapan Nama Pemain Manchester United yang Diusulkan Dijual: Dari Matic Hingga Juan Mata

Baca: Tiket MotoGP Indonesia 2021 di Sirkuit Mandalika Siap Dijual Bulan Depan

Baca: Persija Dapat Izin Tapi Persib Tidak, Ini Reaksi Robert Alberts

Sekjen PSSI Ratu Tisha saat memaparkan hasil pertemuan dengan perwakilan FIFA dan AFC di Kantor PSSI, Gedung FX, Jakarta, Kamis (11/4/2019). Tribunnews/Abdul Majid
Sekjen PSSI Ratu Tisha saat memaparkan hasil pertemuan dengan perwakilan FIFA dan AFC di Kantor PSSI, Gedung FX, Jakarta, Kamis (11/4/2019). Tribunnews/Abdul Majid (tribunnews.com/abdul majid)

Jika hal itu menjadi penghambat tak terpilihnya Indonesia, Ratu Tisha mengatakan pihaknya tak akan putus asa. Tuan rumah Piala Dunia U-17 2021 giliran akan diajukan.

“Kalau misalnya terpilih atau tidak terplih pada tanggal 23 Oktober, PSSI rencananya akan menghadap kembali ke FIFA, karena walaupun kita tidak terpilih kita ingin siap lagi untuk bidding Piala Dunia U-17,” kata Tisha saat berkunjung ke Kompas Gramedia beberapa hari lalu.

“Jadi jangan sampai lost momentum ini, mumpung kita sudah ada namanya di FIFA bahwa ini pernah dikunjungi,” sambungnya.

Seperti diketahui, jelang pengumuman pada 23 Oktober 2019, PSSI yang telah mendapatkan catatan dari FIFA mengenai beberapa kekurangan di area venue, PSSI langsung menyambangi beberapa venue-venue tersebut.

Baca: Jadwal Siaran Langsung TVRI Denmark Open 2019: Marcus/Kevin, Jojo, dan Ginting Turun Berlaga

Baca: Timnas Indonesia Akhirnya Panggil Otavio Dutra: Tugas Berat Lawan Vietnam

Baca: Delapan Nama Pemain Manchester United yang Diusulkan Dijual: Dari Matic Hingga Juan Mata

Baca: Tiket MotoGP Indonesia 2021 di Sirkuit Mandalika Siap Dijual Bulan Depan

Baca: Persija Dapat Izin Tapi Persib Tidak, Ini Reaksi Robert Alberts

Ketika berkunjung ke venue-venuee tersebut, Tisha pun berkomunikasi dengan pemimpin di daerah setempat.

Dikatakan Tihsa, para kepala Daerah sangat ingin membantu membuat FIFA percaya dengan cara membenahi seluruh area yang mendapatkan catatan dari FIFA.

Alhamdulillah respon dari pemerintah daerah sengat-sangat baik untuk bisa mensuport ini, kita memiliki visi yang sama bahwa menang atau tidaknya kita untuk bidding Piala Dunia U-20,”

“Ini bukan cuma soal itu tapi investasi kita memberikan fasilitas yang layak bagi masyarakat setempat untuk beraktifitas di olahraga dan sesuai instruksi Bapak Presiden juga untuk next nya kita bisa lebih bersepakbola. Memang itu salah satu semangatnya,” pungkas Tisha.

Penulis: Abdul Majid
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved