PSPS Pekanbaru Kini Punya Investor Politisi Hanura

Politisi asal partai Hanura, I Gede Pasek Suardika mulai merambah ke dunia sepakbola. Kini nama I Gede Pasek semakin santer di ranah sepakbola

PSPS Pekanbaru Kini Punya Investor Politisi Hanura
tribunnews.com/abdul majid
I Gede Pasek Suardika saat sesi wawancara eksklusif dengan tim Tribunnews di Jakarta, Minggu (26/1/2020). Tribunnews/Abdul Majid 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Politisi asal partai Hanura, I Gede Pasek Suardika mulai merambah ke dunia sepakbola.

Pada akhir 2019, pria yang akrab disapa GPS itu pun sempat menjadi investor PSPS Pekanbaru yang berlaga di Liga 2.

Kini nama I Gede Pasek semakin santer di ranah sepakbola Indonesia. 

Pasalnya, GPS baru saja ditunjuk oleh PSSI sebagai anggota Komite Banding bersama dengan Triana Dewi Seroja dan Issac Marcus.

Dalam wawancara khusus dengan Tribunnews, Minggu (26/1/2020) GPS membeberkan tujuannya masuk ke ranah PSSI khususnya di komite banding.

“Ya itu kan hobi sekaligus pengabdian dan pembelajaran. Kebetulan saya suka dunia peradilan, kan saya advokat juga saya mimpin sidang di parlemen,” kata GPS.

“Di sisi lain ada mimpi juga ikut membantu PSSI dan saya lihat ada harapan dari Pak Iwan (Mochamad Iriawan-red) untuk menata apa yang sebelumnya jadi masalah. Publik juga sudah tahu dan kita masuk untuk membenahi itu. Kita kan nothing to lose masuk juga,”.

“Kita rasionalkan lah, kan ada kesan PSSI cari duit (dari Sanksi – red). Kira-kira begitu lah, dan kita akan hilangkan anggapan itu,” jelasnya.

Lebih lanjut, politisi kelahiran Bali itu menceritakan secara singkat bagaimana dirinya bisa terpilih dan masuk ke PSSI di bawah pimpinan Mochamad Iriawan.

Ia mengatakan dirinya justru tidak pernah meminta berada di PSSI, malah rekan-rekan yang ada di PSSI yang meminta bantuannya khususnya di ranah hukum.

“Ya saya dipilih, ada beberapa teman-teman PSSI yang diskusi dengan saya minta lah. Beli mau tidak ikut bantu di PSSI, saya dengan Pak Iwan kan sempat dekat waktu saya jadi ketua Komisi III,”

“Mungkin dia tahu saya, integritas saya, kerja saya jadi ya sama-sama punya keinginan mengawal ini menjadi lebih baik. Karena saya lihat nuansanya pengabdian jadi saya ikut lah,” pungkasnya.

Penulis: Abdul Majid
Editor: Toni Bramantoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved