Jumat, 29 Agustus 2025

Liga 1 2020

Analisis Tim: Persija Jakarta Miliki Lini Tengah Solid, Bhayangkara FC Punya Lini Serang Mematikan

Persija Jakarta dan Bhayangkara FC menjadi dua klub kasta tertinggi sepak bola tanah air yang cukup agresif pergerakannya di bursa transfer pemain.

Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Analisis Tim: Persija Jakarta Miliki Lini Tengah Terkuat, Bhayangkara FC Punya Lini Serang Mematikan 

TRIBUNNEWS.COM - Persija Jakarta dan Bhayangkara FC menjadi dua klub kasta tertinggi sepak bola tanah air yang cukup agresif pergerakannya di bursa transfer pemain.

Persija Jakarta yang kini diarsiteki Sergio Farias telah mendatangkan para pemain top demi misi besar merebut gelar juara Liga 1 2020/2021.

Nama-nama pemain berkualitas seperti Evan Dimas Darmono dan Marc Klok menjadi dua nama baru yang akan membuat lini tengah tim Macan Kemayoran semakin kuat musim depan.

Sementara itu, Bhayangkara FC menjadi tim yang diprediksi memiliki lini serang paling mematikan pada kompetisi musim depan.

Kedatangan Marc Klok dan Evan Dimas semakin menyiratkan bahwa Persija Jakarta tengah menyusun skuat terbaiknya guna kembali ke jalur juara Liga 1 musim depan.

Kombinasi Marc Klok dan Evan Dimas Darmono akan membuat lini tengah Persija Jakarta semakin padu.

Selama berkostum tim Juku Eja, Marc Klok lebih banyak menempati posisi gelandang jangkar maupun penyeimbang permainan.

Kehadiran Marc Klok juga akan membuat persaingan ketat untuk memperebutkan satu tempat di skuat utama Persija Jakarta.

Rohit Chand dan Sandi Sute menjadi dua nama yang akan bersaing ketat dengan Marc Klok.

Walaupun demikian, Marc Klok merupakan pemain yang tidak hanya menempati satu posisi saja, ia merupakan tipe pemain yang serba bisa.

Posisinya yang sangat sentral tersebut membuat dirinya selalu menjadi sosok yang tidak tergantikan di kesebelasan yang ia bela.

Kini, Persija Jakarta memiliki skuat mumpuni yang hampir merata di setiap lininya utamanya di lini tengah.

Nama-nama seperti Riko Simanjuntak, Heri Susanto, dan Novri Setiawan menjadi beberapa pemain lini tengah yang memiliki tipikal cepat di sektor sayap.

Kehadiran Marc Klok secara tidak langsung akan membuat Evan Dimas bermain sebagai gelandang serang.

Evan Dimas juga merupakan pemain yang tidak hanya menempati satu posisi saja, ia merupakan tipe pemain yang serba bisa.

Evan Dimas Darmono saat diperkenalkan menjadi pemain baru Persija Jakarta. (Media Persija)
Evan Dimas Darmono saat diperkenalkan menjadi pemain baru Persija Jakarta. (Media Persija) (media persija)

Sehingga, dirinya bisa saling mengisi peran bersama Marc Klok di lini tengah Persija Jakarta pada musim depan.

Visi bermain luar biasa yang dimiliki oleh Evan Dimas juga diyakini akan semakin terasah di klub Macan Kemayoran.

Apalagi, Persija memiliki ujung tombak yang mematikan dalam diri Marko Simic.

Selain andal dalam mengatur ritme permainan, Evan Dimas juga memiliki akurasi umpan yang baik dan tepat.

Keberhasilan Persija Jakarta mendatangkan pemain jempolan termasuk Evan Dimas dan Marc Klok akan membuat lini tengah Macan Kemayoran sangat kuat.

Sementara itu, Bhayangkara FC sejauh ini telah mendatangkan total sembilan pemain baru untuk memperkuat tim asuhan Paul Munster pada musim depan.

Nama-nama pemain lokal yang berhasil didatangkan mulai dari Ruben Sanadi, Titus Bonai, Andik Vermansyah, Rangga Muslim, dan Ahmad Nur Hardianto.

Tak kalah berkualitas, empat pemain berstatus asing mumpuni juga berhasil didatangkan oleh pihak manajemen Bhayangkara FC.

Ezechiel N'Douassel, Renan Silva, Won Jae Lee, dan Herve Guy menjadi nama-nama pemain baru asing yang akan membela Bhayangkara FC musim depan.

Kombinasi pemain lama dan baru disertai kualitas manajerial Paul Munster menjadikan Bhayangkara FC diprediksi masuk dalam bursa juara kompetisi musim depan.

Salah satu hal menarik  lainnya yang menjadi sorotan transfer Bhayangkara FC adalah keberhasilan mereka mendatangkan empat nama top pemain menyerang di bursa transfer kali ini.

Keempat pemain yang dimaksud adalah Renan Silva, Andik Vermansyah, Titus Bonai, dan Ezechiel N'Douassel.

Kedatangan keempat pemain bertipikal menyerang tersebut seakan menyiratkan keseriusan tekad Bhayangkara FC untuk kembali ke jalur juara musim depan.

Tentu kualitas yang dibawa oleh keempat-empatnya diharapkan mampu membawa pengaruh positif bagi tim asuhan Paul Munster.

Kehadiran Andik Vermansyah dan kolega dipastikan akan menambah kualitas Bhayangkara FC utamanya di lini serang.

Kita ambil contoh, kombinasi menakutkan yang akan ditebarkan oleh dua pemain asing yakni Renan Silva dan Ezechiel N'Douassel.

Ezechiel dan Renan Silva bisa menjadi tokoh antagonis bagi sektor pertahanan lawan-lawan yang akan dihadapi oleh Bhayangkara FC musim depan.

Apalagi, kedua juga mampu tampil menawan pada musim lalu bersama klubnya masing-masing.

Kita ambil contoh peran krusial Ezechiel N'Douassel bersama Persib Bandung.

King Eze mampu menjadi juru gedor utama tim Maung Bandung.

Musim lalu peran pemain berdarah Chad di lini serang Persib bisa dikatakan tidak tergantikan.

Ezechiel mampu tampil sebanyak 26 kali sepanjang musim lalu.

Evin van Kippersluis (kiri), menenangkan Ezechiel NDouassel (kanan) yang gagal mengeksekusi penalti ke gawang Semen Padang, Rabu (18/9/2019).
Evin van Kippersluis (kiri), menenangkan Ezechiel NDouassel (kanan) yang gagal mengeksekusi penalti ke gawang Semen Padang, Rabu (18/9/2019). (Kompas.com/SEPTIAN NUGRAHA)

Torehan 15 gol dan 6 assist menjadi bukti performa gemilang Ezechiel bersama Pangeran Biru.

Sang pemain memang baru memperkuat satu klub sepanjang karirnya merumput di kancah liga tanah air.

Sempat kesulitan menemukan performa terbaiknya bersama Persib di musim perdananya.

Ezechiel tampil menggila bersama Persib Bandung di dua musim berikutnya.

Total koleksi 32 gol dan 11 assist dari 48 pertandingan yang dilakoni menjadi catatan cukup impresif Ezechiel bersama Persib dalam dua musim terakhirnya.

Keputusannya untuk keluar dari Persib Bandung sebenarnya cukup mengagetkan jagat tanah air utamanya kubu Persib Bandung yang tengah menyusun skuat jelang bergulirnya musim depan.

Pemain bertinggi 186 cm tersebut diprediksi akan kembali tampil gemilang musim depan bersama Bhayangkara FC.

Apalagi tim barunya memiliki jenderal lini tengah di pundak Renan Silva.

Seusai dibuang dari Persija Jakarta, Renan Silva justru mampu tampil brilian bersama Borneo FC pada musim lalu.

Selebrasi Gol Renan Silva di turnamen Siem Reap Super Asia Cup 2020
Selebrasi Gol Renan Silva di turnamen Siem Reap Super Asia Cup 2020 (Media Bhayangkara FC)

Berposisi sebagai gelandang serang seakan membuat peran Renan Silva sebagai roh utama permainan klub yang ia bela.

Pemain berdarah Brasil tersebut mampu membawa Borneo FC terbang tinggi musim lalu.

Catatan 30 penampilan menjadi bukti betapa krusialnya peran Renan Silva bersama tim Pesut Etam musim lalu.

Torehan 12 gol dan 8 assist menjadi bukti nyata jika ia telah menemukan performa terbaiknya.

Sepanjang musim lalu, Paul Munster selaku pelatih lebih banyak menggunakan formasi dengan skema 4-3-3 atau 4-4-2.

Dengan datangnya Ezechiel dan Renan diprediksi Paul Munster akan mencoba menerapkan formasi 4-4-2.

Ezechiel dan Titus Bonai diprediksi akan menempati posisi penyerang Bhayangkara FC musim depan.

Peran dari Titus Bonai bisa dijalankan secara bergantian dengan Herman Dzumafo yang baru saja memperpanjang kontraknya bersama Bhayangkara FC.

Ezechiel yang mempunyai keunggulan dalam hal kecepatan bisa saja beroperasi fleksibel dalam menjalankan perannya sebagai ujung tombak.

Kedatangan Renan Silva juga membuat Paul Munster lebih banyak memiliki opsi di lini tengah.

Pemain baru Bhayangkara FC Renan da Silva saat mendapatkan isntruksi dari pelatih Paul Munsters di Stadion PTIK, Jakarta, Sabtu (18/1/2020). Dok: Bhayangkara FC
Pemain baru Bhayangkara FC Renan da Silva saat mendapatkan isntruksi dari pelatih Paul Munsters di Stadion PTIK, Jakarta, Sabtu (18/1/2020). Dok: Bhayangkara FC (dok. Bhayangkara FC)

Mengingat sebelumnya, Bhayangkara FC telah memiliki deretan pemain berkualitas di sektor lini tengah.

Nama-nama seperti Sani Rizki, Adam Alis, Wahyu Suboseto, hingga Yoo Joon Lee menjadi pemain andalan Bhayangkara FC musim lalu di lini tengah.

Datangnya Renan membuat lini tengah akan semakin solid dan padu dalam menjalankan tugasnya.

Renan Silva diprediksi akan menjadi jenderal lapangan tengah yang akan mengendalikan jalannya pertandingan.

Kemampuan visi bermain dan kualitas umpannya menjadi Renan Silva diprediksi akan menjadi pelayan utama duet Dzumafo dan Ezechiel di lini depan Bhayangkara FC.

Renan Silva bisa berbagi peran dengan Adam Alis dalam menjalankan tugasnya.

Adam Alis bisa beroperasi di sisi sayap juga, ia akan saling berganti peran dengan Rangga Muslim yang baru saja didatangkan dari PSS Sleman.

Nur Hardianto yang direkrut dari Arema FC juga bisa menjadi senjata rahasia Bhayangkara dimana ia mempunyai insting menyerang yang baik juga.

Belum lagi kualitas yang dibawa Andik Vermansyah lewat akselerasi dan kecepatannya di sisi sayap bisa menjadi opsi penyerangan lainnya.

(Tribunnews/Dwi Setiawan)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
1
Borneo FC
3
3
0
0
5
1
4
9
2
Persija Jakarta
3
2
1
0
8
1
7
7
3
Arema FC
3
2
1
0
7
3
4
7
4
Persebaya
3
2
0
1
6
3
3
6
5
Malut United
3
1
2
0
7
5
2
5
© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan