Liga 1

Penjelasan Ketum PSSI Soal Keputusan Penundaan Liga 1 dan Liga 2 Hingga 29 Mei 2020

Jika kondisinya sudah membaik, PSSI berniat kembali menggulirkan kembali seluruh roda kompetisi Liga 1 dan Liga 2 pada 1 Juli 2020.

Tribunnews/Abdul Majid
Ketum PSSI Mochamad Iriawan saat diwawancarai setelah membuka Liga 2 2020 di Stadion Batakan, Balikpapan, Kalimantan Timur, Sabtu (14/3/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Wahyu Septiana

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Federasi sepak bola Indonesia (PSSI) memutuskan menghentikan sementara waktu kompetisi Liga 1 dan Liga 2 atau berstatus force majeure karena keadaan darurat bencana Virus Corona – COVID 19.

Keputusan tersebut dituangkan dalam Surat Keputusan bernomor SKEP/48/III/2020 tertanggal 27 Maret 2020 ini menimbang arahan Presiden Jokowi, Maklumat Kapolri, Surat Keputusan BNPB tentang perpanjangan status darurat bencana wabah Virus Corona.

Selain itu, PSSI turut mempertimbangkan masukan dan saran dari Komite Eksekutif (Exco) PSSI, PT Liga Indoensia Baru (LIB), serta klub klub peserta Liga 1 dan Liga 2.

Baca: Kronologi Satu Pemain Persib Terinfeksi Virus Corona, Benarkah Berawal dari Liburan?

Baca: Kondisi Pemain Persib Bandung yang Positif Virus Corona: Terinfeksi Tanpa Gejala Apapun

Baca: Blak-blakan Ruben Sanadi: Alasan Pindah dari Persebaya Hingga Istri Pengertian dan Sayang Keluarga

Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan mengatakan, PSSI mendapatkan masukan dari pihak-pihak terkait mengenai keadaan darurat penyebaran virus corona di Indonesia.

Keadaan tersebut mengharuskan PSSI mengambil sikap agar kompetisi sepak bola di Indonesia bisa terselamatkan secara baik.

“Saya selaku Ketua Umum PSSI memutuskan, bahwa PSSI menetapkan bahwa bulan Maret, April, Mei dan Juni adalah status keadaan tertentu darurat bencana terkait penyebaran COVID 19 di Indonesia, maka status ini disebut keadaan kahar atau force majeure,” kata Iriawan dalam keterangan resminya.

“Dengan ini saya memutuskan menunda gelaran kompetisi Liga 1 dan Liga 2 sampai dengan 29 Mei 2020," tambahnya.

Jika kondisinya sudah membaik, PSSI berniat kembali menggulirkan kembali seluruh roda kompetisi Liga 1 dan Liga 2 pada 1 Juli 2020.

"Apabila status keadaan tertentu darurat bencana tidak diperpanjang oleh pemerintah, maka PSSI menginstruksikan PT LIB untuk dapat melanjutkan Liga 1 dan Liga 2 terhitung mulai 1 Juli 2020,” paparnya.

Situasi tersebut membuat klub Liga 1 dan Liga 2 berhak melakukan perubahan kontrak kerja yang telah disepakati antara klub dan pemain, pelatih serta ofisial atas kewajiban pembayaran gaji di bulan Maret, April, Mei, Juni 2020.

Klub hanya diberikan kewajiban membayar maksimal 25 persen dari nilai yang tertera di dalam kontrak kerja.

Jika pemerintah memperpanjang status darurat bencana sampai 29 Mei 2020, maka kompetisi Liga 1 dan Liga 2 akan dihentikan.

“Hal-hal terkait teknis, termasuk penjadwalan, sistem dan format kompetisi, kewajiban klub pada pihak ketiga, promosi dan degradasi, akan saya atur kemudian pada surat keputusan terpisah,” tutur pria yang pernah menjadi Kapolda Jawa Barat tersebut.

Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Sumber: TribunJakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved