Breaking News:

Liga 1 dan Liga 2 Dihentikan, PSSI Cari Cara Beri Penghasilan Kepada Wasit

Penghentian sementara kompetisi Liga 1 dan Liga 2 memiliki dampak besar kepada seluruh elemen yang terlibat di dalam dunia sepak bola.

Sriwijaya Post/Syahrul Hidayat
PROTES --- Pemain PSIM Jogya melakukan protes kepada wasit garis yang menyatakan handsball di kotak penalti di menit terakhir laga perdana Liga 2 2020 melawan Sriwijaya FC di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Minggu (15/3/2020). SFC unggul 2-1 dari PSIM. SRIPO/SYAHRUL 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Wahyu Septiana

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penghentian sementara kompetisi Liga 1 dan Liga 2 memiliki dampak besar kepada seluruh elemen yang terlibat di dalam dunia sepak bola.

Seperti diketahui, PSSI memutuskan menghentikan sementara Liga 1 dan Liga 2 sampai tanggal 29 Mei 2020, akibat pandemi virus corona - covid 19.

PSSI, PT Liga Indonesia Baru (LIB), klub peserta, pemain, dan sponsor harus terkena dampak kerugian besar akibat penghentian sementara kompetisi.

Selain pihak-pihak tersebut, perangkat pertandingan yang terdiri dari match commissioner, penilai wasit, dan wasit turut terkena imbasnya.

Penghentian sementara kompetisi membuat para perangkat pertandingan yang terlibat di sepak bola tidak mendapatkan penghasilan.

Sebab, mereka mendapatkan gaji atau imbalan setelah menjalankan tugas memimpin pertandingan.

Kondisi tersebut mendapatkan perhatian dari Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan dan Ketua Komite Wasit, Sonhadji.

Iriawan mengatakan, penghentian sementara kompetisi membuat para perangkat pertandingan gigit jari tidak mendapatkan pemasukan.

PSSI masih melakukan pembahasan hal tersebut sembari mencari solusi terbaik untuk para prrangkat pertandingan.

Halaman
12
Berita Populer
Editor: Toni Bramantoro
Sumber: TribunJakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved