Liga Inggris

Liverpool Rumahkan Sementara 200 Staff dan Akali Aturan Pemerintah, Carragher Kritik Kebijakan Klub

Liverpool Rumahkan 200 Staff, Carragher dan Hamann, Kritik Kebijakan Klub, Minggu (5/4/2020)

TRIBUNNEWS.COM - Langkah kontroversial dilakukan Liverpool di tengah Liga Inggris yang terhenti.

The Reds memutuskan merumahkan secara sementara 200 staff di tengah wabah virus corona.

Liverpool mengikuti langkah Tottenham Hotspur, Norwich City dan juga Newcastle United yang lebih dulu menerapkan langkah yang sama.

Baca: Real Madrid Juga Tertarik Mendapatkan Pemain Incaran Liverpool

Baca: Keyakinan Bek Arsenal Tentang Potensi Gabriel Martinelli Jadi Bintang Masa Depan

Kebijakan ini dikritik oleh sejumlah pihak, tidak terkecuali Jamie Carragher.

Keputusan merumahkan staff muncul ketika Premier League mengadakan pertemuan bersama dengan perwaklan dari pemain, dan Manajer, untuk kemungkinan pemotongan gaji pemain inti.

Hasilnya adalah 20 klub sepakat untuk melakukan pemotongan gaji sebesar 30 persen dari nilai kontrak, untuk menyelamatkan keuangan klub.

Ini tidak lepas dari pemerintah UK yang memutuskan untuk menanggung 80 persen gaji rakyatnya dalam 2 bulan, dengan catatan, gaji tersebut tidak lebih dari 2.500 paun per bulan.

Dikutip Tribunnews dari Sky Sports, kebijakan inilah yang dimanfaatkan Liverpool, pihak klub menyerahkan 80 persen gaji staff kepada pemerintah, sedangkan sisanya akan ditanggung pihak klub.

Hal ini mendapatkan kritik pedas dari eks dua punggawa Liverpool, yakni Jamie Carragher dan juga Dietmar Hamann.

Carragher mengkiritik keras dengan menyayangkan kebijakan pihak klub.

Halaman
12
Penulis: Gigih
Editor: bunga pradipta p
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved