Liga Inggris

Manchester United Tolak Berlakukan Furlough, Komitmen Bayar Gaji Staf Secara Penuh

Manchester United berkomitmen membayar gaji staff secara penuh meskipun Liga Inggris sementara terhenti karena wabah corona

hayder al-rubaiy
Manchester United Berkomitmen Bayar Gaji Staff Secara Penuh, Tolak Berlakukan Furlough 

TRIBUNNEWS.COM - Manchester United tetap akan membayar penuh para staff dan menolak melakukan furlough.

Dengan situasi Liga Inggris yang sedang terhenti, Manchester United tetap berkomitmen membayar penuh para stafnya.

Ini bertolak belakang dengan Liverpool yang memberlakukan furlough untuk mengurangi beban klub.

Pemain tengah Manchester United asal Portugal, Bruno Fernandes (kiri) melakukan selebrasi bersama rekannya, pemain tengah asal Skotlandia, Scott McTominay usai mencetak gol ke gawang Everton dalam laga lanjutan Liga Inggris 2019/2020 antara Everton melawan Manchester United di Stadion Goodison Park, Kota Manchester United, barat laut Inggris, Minggu (1/3/2020) malam WIB. Pertandingan berakhir imbang dengan skor 1-1. AFP/Paul Ellis
Pemain tengah Manchester United asal Portugal, Bruno Fernandes (kiri) melakukan selebrasi bersama rekannya, pemain tengah asal Skotlandia, Scott McTominay usai mencetak gol ke gawang Everton dalam laga lanjutan Liga Inggris 2019/2020 antara Everton melawan Manchester United di Stadion Goodison Park, Kota Manchester United, barat laut Inggris, Minggu (1/3/2020) malam WIB. Pertandingan berakhir imbang dengan skor 1-1. AFP/Paul Ellis (AFP/Paul Ellis)

Baca: Cristiano Ronaldo Ternyata Masih Dinanti Fans Manchester United

Baca: Liverpool Rumahkan Sementara 200 Staff dan Akali Aturan Pemerintah, Carragher Kritik Kebijakan Klub

Dikutip Tribunnews dari laman Miror, Manchester United berkomitmen untuk tetap membayar para staff secara penuh.

Selain itu, pihak klub juga mencari cara terbaik untuk membantu pemerintah memerangi virus corona yang saat ini sedang menghantui.

Furlough, secara sistematis, adalah merumahkan secara sementara para staff klub, dengan catatan, pemerintah membayar gaji mereka sebesar 80 persen, itupun dengan syarat, gaji tersebut tidak lebih dari 2.500 Paun per bulan.

Sayangnya, kritik datang karena sistem subsidi gaji tersebut diambil dari pajak, bukan dari potongan gaji pemain yang sedang diberlakukan oleh tim-tim Liga Inggris.

Manchester City tetap menggaransi bahwa staff tetap bekerja di rumah dan akan mendapatkan gaji secara penuh.

Total, Manchester City memiliki 900 staff non-olahraga yang saat ini bekerja untuk klub.

Sejauh ini, ada lima klub yang merumahkan sementara staffnya (furlough), yakni Liverpool, Tottenham Hotspur, Norwich City, Newcastle United dan Bournemouth.

Manchester City menjadi tim pertama yang menerapkan kebijakan menggaji penuh para staffnya di tengah wabah corona.

Baca: Burnley Terancam Bangkrut di Bulan Agustus, Apabila Liga Inggris Dihentikan

Dikutip Tribunnews dari laman Skysports, The Citizens mengkonfirmasi tetap akan membayar penuh staff dan memperkerjakan semua staff dengan status WFH (work from home).

"Kami mengkonfirmasi,hasil pertemuan antara chairman dan petinggi klub bahwa Manchester City tidak akan memanfaatkan kebijakan Negara untuk menghadapi Corona,

"Kami tetap akan membayar penuh gaji staff, dan bertekad melindungi semua orang secara bisnis dan pekerjaan, juga berharap disaat yang sama, kami bisa mendukung komunitas sekitar di saat yang genting," ujar salah satu sumber Manchester City.

(Tribunnews.com/Gigih)

Penulis: Gigih
Editor: Muhammad Nursina Rasyidin
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved