Terlibat Pengeroyokan, Ini Pengakuan Saddil Ramdani Soal Alasannya Bertindak

Saddil punya alasannya sendiri. Dia melakukan hal itu (pengeroyokan) karena ada beberapa faktor

FERI SETIAWAN/BOLASPORT.COM
Pemain Timnas U-22, Saddil Ramdani ketika sedang berdoa dalam persiapan melawan Kamboja pada partai penentuan menuju semifinal SEA Games 2017. 

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Gelandang Bhayangkara FC, Saddil Ramdani ditetapkan sebagai tersangka kasus pengeroyokan di Polres Kendari, Sulawesi Tenggara.

Saddil Ramdani ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Kendari lantaran diduga melakukan pemukulan kepada seorang pria di Kendari. Ia dikenai wajib lapor dan tidak ditahan.

Saddil Ramdani yang juga merupakan pemain Timnas Indonesia ini diduga mengeroyok pria atas nama Irawan, seorang warga Kelurahan/Kecamatan Wuawua, Kota Kendari belum lama ini.

Baca: Ulasan Bill Gates Soal Kapan Kehidupan Kembali Normal Seusai Terdampak Pandemi Corona

Baca: Pengakuan Ibu yang Bunuh Balitanya Lantaran Rewel Tak Mau Makan

Apa alasan Saddil Ramdani melakukan penganiayaan tersebut?

Saddil Ramdani mengungkap penyebab dirinya melakukan pemukulan kepada korban ke Aosiasi Pemain Sepak Bola Profesional Indonesia (APPI)

Ponaryo Astaman, selaku manajer umum APPI mengaku, pihaknya sudah mendapatkan penjelasan secara resmi dan detail dari Saddil Ramdani.

"Kami sudah bicara ke Saddil (Ramdani) dan dia menjelaskan punya alasannya sendiri. Dia melakukan hal itu (pengeroyokan) karena ada beberapa faktor. Sebelumnya lebih dulu ada penghinaan yang ditujukan ke keluarganya," jelas Ponaryo dilansir dari BolaSport.com.

APPI sendiri, lanjut Ponaryo, tidak mau ikut campur dalam permasalahan hukum yang sedang dijalani Sadill Ramdani. Kendati ia merupakan anggota APPI

Menurut Ponaryo, APPI mempunyai kewenangan dalam menentukan apakah kasus itu masuk dalam ranahnya. Lantaran
tak semua kasus harus dibantu pihaknya, ada standar dan ketentuannya masing-masing.

Ponaryo menuturkan, apa yang dilakukan Saddil memang salah, terlepas ada faktor pemicu yang membuatnya tidak bisa mengontrol emosi.

Ponaryo berharap kejadian ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak untuk tidak melakukan perbuatan yang sama.

"Setiap orang bisa berbuat kesalahan. Pemain lainnya harus melihat kasus Saddil sebagai contoh dan pelajaran besar agar lebih hati-hati dalam bertindak," terang mantan pemain Timnas Indonesia ini.

Berita Populer
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved