Breaking News:

Tenaga Medis UEFA: Ini Bukan Masalah Uang, Ini Masalah Hidup dan Mati

Keraguan kepala medis UEFA, Michel D'Hooghe soal kompetisi sepak bola bisa dimulai kembali.

TWITTER.COM/MANUTD
Para pemain Manchester United merayakan gol yang dicetak ke gawang Colchester United dalam laga perempat final Carabao Cup di Stadion Old Trafford, Rabu (18/12/2019). 

TRIBUNNEWS.COM - Wacana melanjutkan kompetisi sepak bola Eropa di tengah pandemi virus corona ternyata diragukan oleh tenaga medis UEFA.

Kepala medis UEFA, Michel D'Hooghe memiliki keraguan, kompetisi sepak bola bisa dimulai kembali.

Menurutnya, ini bukan perkara masalah uang, melainkan menyangkut hidup dan mati seseorang.

Baca: Liga Inggris Punya Waktu Sebulan Putuskan Kelanjutan Musim Ini

Baca: Liga Italia Diharapkan Presiden Lazio Tetap Dilanjutkan Padahal UEFA Setuju Jika Liga Dihentikan

Para pemain Manchester United merayakan gol yang dicetak ke gawang Colchester United dalam laga perempat final Carabao Cup di Stadion Old Trafford, Rabu (18/12/2019).
Para pemain Manchester United merayakan gol yang dicetak ke gawang Colchester United dalam laga perempat final Carabao Cup di Stadion Old Trafford, Rabu (18/12/2019). (TWITTER.COM/MANUTD)

Saat ini liga top di Eropa telah tampak dengan kebijakan yang diambil menyusul peraturan pemerintah negara.

Ligue 1 Prancis dihentikan, Eredivisie Liga Belanda diakhiri tanpa status juara, promosi, dan degradasi, serta Liga Belgia yang menetapkan Club Brugge sebagai jawara.

Sementara Liga Inggris, Jerman, Italia, dan Spanyol masih berupaya untuk menyelesaikan kompetisi musim ini.

"Sepak bola tiba-tiba menjadi bukan hal yang terpenting dalam hidup," kata D'Hooghe kepada Daily Telegraph, dikutip dari Footbal Italia.

"Jika mereka memulai musim 2020/2021 akhir Agustus atau awal September saya akan senang. Kemudian mereka akhirnya bisa menghindari serangan kedua dari virus ini, yang bukan tidak mungkin."

Pemain belakang Everton asal Prancis, Djibril Sidibe (bawah) menjatuhkan pemain tengah Chelsea asal Inggris, Tino Anjorin dalam laga lanjutan Liga Inggris 2019/2020 antara Chelsea kontra Everton di Stadion Stamford Bridge, London, Inggris, Minggu (8/3/2020) malam WIB. Hasil akhir, tuan rumah The Blues menang empat gol tanpa balas. AFP/Adrian Dennis
Pemain belakang Everton asal Prancis, Djibril Sidibe (bawah) menjatuhkan pemain tengah Chelsea asal Inggris, Tino Anjorin dalam laga lanjutan Liga Inggris 2019/2020 antara Chelsea kontra Everton di Stadion Stamford Bridge, London, Inggris, Minggu (8/3/2020) malam WIB. Hasil akhir, tuan rumah The Blues menang empat gol tanpa balas. AFP/Adrian Dennis (AFP/Adrian Dennis)

Federai sepak bola masing-masing negara akan memberlakukan peraturan ketat agar terhindar dari penyebaran viru ini.

Berlandaskan protokol pemerintah masing-maing negara hingga kebijakan federasi, klub akan kembali ke camp pelatihan dengan berbagai opsi dan rencana.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Nursina Rasyidin
Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved