Breaking News:

Liga 1

Soal Usulan Penghentian Liga 1 2020, Ketum PSSI: Kalau Tiba-Tiba Minggu Ini Ada Vaksin, Mau Apa?

Jika status darutat covid-19 dicabut pada tanggal tersebut, maka PSSI merencanakan akan kembali menggelar Liga pada awal Juli.

Tribunnews/Abdul Majid
Ketum PSSI Mochamad Iriawan saat diwawancarai setelah membuka Liga 2 2020 di Stadion Batakan, Balikpapan, Kalimantan Timur, Sabtu (14/3/2020). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan kembali menegaskan untuk keberlangsungan Liga 1 dan Liga 2 2020 tetap mengikuti aturan pemerintah terkait pademi Covid-19.

Sebelumnya, pemerintah menyatakan status darurat Covid-19 di Indonesia berlangsung hingga 29 Mei 2020.

Jika status dicabut pada tanggal tersebut, maka PSSI merencanakan akan kembali menggelar Liga pada awal Juli.

“Kami masih berpegang pada protokol kesehatan pemerintah dulu ya, kan masih deadline sampe 29 (Mei),” kata Iriawan kepada wartawan, Rabu (6/5/2020).

Soal adanya usulan agar Liga 1 2020 dihentikan, Iwan Bule menyiratkan pihaknya tak mau gegabah dan menunggu keputusan pemerintah soal status pandemi.

“Jumat nanti kami akan menggelar rapat dengan Exco, rapat virtual. Kan kita menunggu, kalau tiba-tiba minggu ini ada vaksin, selesai, mau apa? tapi (liga) sudah dibatalkan. Kalau 29 (Mei) selesai, Liga jalan lagi sesuai dengan surat pemerintah. Tunggu pemerintah saja yang tahu kapan pandemi ini berakhir kan pemerintah,” jelasnya.

Sebelumnya, operator Liga 1 dan Liga 2, PT LIB meminta kepada PSSI untuk menghentikan total liga musim ini.

Namun PSSI, tak menyetujui hal itu dan kembali mengaskan untuk keberlangsungan Liga menunggu keputusan pemerintah.

Dalam rapat dengan Exco nanti, ketum PSSI juga akan membahas masalah finansial klub-klub yang terkendala karena tak jalannya kompetisi.

Belum lagi, mereka urung menerima dana subsidi dari PT LIB yang kini memasuki tahap kedua.

Pembahasan nanti kemungkinan juga menyinggung permintaan PT LIB yang akan memangkas subsidi kepada klub Liga 1 dan Liga 2 tahun 2020 sebesar Rp 450 juta, dengan rincian klub Liga 1 Rp 350 juta dan Liga 2 Rp 100 juta.

Padahal, kesepakatan awal Liga 1 mendapatkan Rp 520 juta per bulan dan Liga 2 Rp 250 juta. PSSI pun sebelumnya juga tak menyetujui hal itu dan meminta PT LIB tetap membayar sesuai ketentuan awal.

“Di rapat exco hari jumat kita akan timbang kembali, tapi jawaban saya untuk sementara itu tadi. Nanti kita lihat apakah liga 1 dan liga 2 ada kesulitan, apakah finansial dan sebagainya. Ini kan kompleks masalahnya, misal kontrak pemain, pelatih, dan sebagai macamnya harus dikaji dengan betul,” pungkasnya.

Penulis: Abdul Majid
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved