Breaking News:

Liga 1

Kecemasan Borneo FC Akibat Tak Ada Pemasukan setelah Kompetisi Liga 1 Ditangguhkan

Kecemasan mulai menyelimuti Borneo FC akibat tidak ada pemasukan setelah kompetisi Liga 1 2020 ditangguhkan untuk sementara waktu.

TRIBUN KALTIM/NEVRIANTO HARDI PRASETYO
Pemain Borneo FC melakukan selebrasi setelah berhasil membobol gawang Persipura Jayapura dalam lanjutan pertandingan Liga 1 di Stadion Segiri Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu (7/3/2020). Borneo FC berhasil mengalahkan Persipura Jayapura dengan skor 2-0. Tribun Kaltim/Nevrianto Hardi Prasetyo 

TRIBUNNEWS.COM - Kecemasan mulai menyelimuti Borneo FC akibat tidak ada pemasukan setelah kompetisi Liga 1 2020 ditangguhkan untuk sementara waktu.

Ditangguhkannya kompetisi di Indonesia akibat pandemi virus corona atau Covid-19 membuat aktivitas sepak bola terhenti.

Tak sampai disitu, imbas tersebut juga mulai merambah kepada klub yang mulai tak memiliki pemasukan.

Baca: Soal Masa Depan Liga 1, Borneo FC Ikuti Keputusan PSSI

Baca: Kapten Borneo FC, Diego Michiels Usir Kebosanan dengan Nonton Netflix & Main ke Rumah Nabil Husein

Bukan menjadi rahasia lagi, selain mengakibatkan krisis kesehatan, pandemi virus Corona berdampak pada sektor ekonomi dan finansial.

Termasuk dalam bidang olahraga, khususnya sepak bola.

Bahkan tim-tim elite Eropa mengalami hal yang serupa.

Sebut saja Barcelona yang sampai sejauh ini membuat langkah untuk memotong besaran gaji pemainnya hingga 70 persen.

Kebijakan tersebut diterapkan guna menghindari kondisi pailit yang dialami oleh klub.

Melalui Chief Marketing Officer (CEO), Borneo FC Novi Umar, ia mengungkapkan bahwa kondisi tim yang berjuluk Pesut Etam itu mengalami kecemasan.

Ditangguhkannya kompetisi Liga 1 2020 membuat manajemen harus memutar otak untuk mendapatkan pemasukan bagi klub.

Halaman
123
Penulis: Drajat Sugiri
Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved