Breaking News:

Anggota Exco PSSI Asprov Jawa Barat Angkat Bicara Tentang Kelanjutan Nasib Liga 1 dan 2 2020

Delif Subaeki memiliki dua sudut pandang ketika menyikapi persoalan terkait kelanjutan nasib Kompetisi Liga 1 dan 2 2020 tersebut.

dok pribadi
Komite Eksekutif (Exco) PSSI Asprov Jawa Barat, Delif Subaeki 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Yudistira Wanne

TRIBUNNEWS.COM, CIBINONG - Delif Subaeki turut bersuara terkait nasib kelanjutan Kompetisi Liga 1 dan 2 2020 sejak 16 Maret lalu.

Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Asprov Jawa Barat, Delif Subaeki memiliki dua sudut pandang ketika menyikapi persoalan terkait kelanjutan nasib Kompetisi Liga 1 dan 2 2020 tersebut.

Delif menjelaskan bahwa saat ini masih banyak warga yang melanggar peraturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diberbagai daerah.

Lebih lanjut, Delif pun memberikan masukan apabila Kompetisi tersebut akan tetap diselenggarakan maka seluruh peraturan yang menyangkut kesehatan dan keselamatan harus dilerketat.

"Masih tingginya tingkat penularan dan masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam menaati protokol kesehatan mitigasi covid-19, maka digulirkannya kembali kompetisi Liga 1 dan Liga 2 seperti semula tentu saja sangat membahayakan," ujarnya kepada TribunnewsBogor.com, Kamis (28/5/2020).

"Memungkinkan kompetisi digulirkan kembali dengan syarat tanpa penonton dan dengan penerapan ketat protokol kesehatan," tambahnya.

Selain itu, Delif menegaskan bahwa pengurus pusat beserta operator penyelenggara kompetisi Liga Indonesia harus memiliki banyak opsi jelang berakhirnya status darurat bencana Covid-19 yang dijadwalkan berakhir 29 Mei oleh BNPB.

"Menurut saya PSSI dan Operator harus secepatnya mengambil keputusan selambatnya sebelum akhir bulan ini apakah kompetisi dilanjutkan atau dihentikan, karena keputusan ini sangat dinanti-nanti oleh klub peserta," jelasnya.

Terkait wacana pemberlakuan New Normal, Delif menjelaskan bahwa pertandingan sepakbola dapat digulirkan. Hanya saja tidak dapat dihadiri para suporternya.

"Dalam masa New Normal kegiatan olahraga khususnya sepakbola dapat tetap dilakukan walaupun dengan pembatasan-pembatasan terutama dalam sisi penonton (tanpa penonton)," ungkapnya.

Delif pun mengajak semua pihak untuk beradaptasi dengan kebiasaan baru tersebut demi memutus rantai Covid-19 yang semakin mengkhawatirkan dan meresahkan.

"Hal ini harus kita biasakan dalam masa New Normal dengan harapan tahun depan semuanya kembali normal. Kegiatan sepakbola harus tetap berjalan dalam kondisi ini. Kompetisi, pembinaan dan persiapan timnas jangan sampai terhenti dengan tetap menerapkan protokol kesehatan mitigasi covid-19," tandasnya.

Editor: Toni Bramantoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved