Breaking News:

Shin Tae-yong Gajinya di Timnas Indonesia Dipotong 50 Persen, Efek Covid-19

Shin Tae-yong mengatakan, gajinya mengalami pengurangan pada kondisi pandemi Covid-19 atau virus Corona seperti saat ini.

Tribunnews/Jeprima
Pelatih Tim Nasional Indonesia Senior, Shin Tae-yong 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Wahyu Septiana

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Manajer pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong mengatakan, gajinya mengalami pengurangan pada kondisi pandemi Covid-19 atau virus Corona seperti saat ini.

PSSI hanya memberikan gaji kepada pelatih berkebangsaan Korea Selatan itu sebesar 50 persen, dari nominal yang tertera dalam kontrak kerja.

Pelatih Tim Nasional Indonesia Senior, Shin Tae-yong saat memimpin latihan di Stadion Madya, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (17/2/2020). Latihan ini menjadi bagian dari persiapan Timnas Indonesia Senior menghadapi lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2022 melawan Thailand (26 Maret) dan Uni Emirat Arab (31 Maret). Tribunnews/Jeprima
Pelatih Tim Nasional Indonesia Senior, Shin Tae-yong

Hal tersebut disebabkan karena tidak adanya aktivitas latihan dan pertandingan yang dijalani Timnas Indonesia, imbas dari pandemi Covid-19.

Pelatih berusia 51 tahun itu mengerti dan tidak mempermasalahkan gajinya yang harus mengalami pengurangan.

Manajer pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong saat diwawancarai
Manajer pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong saat diwawancarai (Tribunnews/Abdul Majid)

"Ya (gaji), dipotong 50 persen. Tapi menurut saya gaji itu dibayarkan secara wajar kepada kami,” kata Shin Tae-yong pada saat di wawancarai dengan stasiun televisi Korea Selatan, KBS.

Mantan pelatih Timnas Korea Selatan itu belum bisa memastikan waktu yang tepat kembali ke Indonesia untuk memimpin para pemain berlatih.

Asnawi Mangkualam saat mengikuti latihan fisik dari Shin Tae-yong
Asnawi Mangkualam saat mengikuti latihan fisik dari Shin Tae-yong (Media Instagram @officialpssi_)

Menurut Shin, saat ini belum memungkinkan kembali ke Indonesi dan memimpin lagi Timnas Indonesia menjalani pemusatan latihan secara langsung.

"Saya belum bisa pastikan kapan saya akan kembali ke Indonesia. Kenyataannya, seluruh kompetisi atau pertandingan yang ada di Indonesia ditunda akibat Covid-19," ucapnya.

Baca: Mateo Bustos, Gelandang Persita Tangerang bilang Teh Mate Jadi Minuman Favoritnya

Pelatih berusia 51 tahun itu memprediksi pertandingan sepak bola bisa digulirkan secara normal pada akhir tahun 2020 mendatang.

"Saya kira pertandingan baru bisa dilakukan pada akhir tahun. Saya tak menyangka kondisi ini akan berlangsung lama. Tapi jika kondisi memungkinan, saya akan kembali ke Indonesia,” pungkasnya.

Editor: Toni Bramantoro
Sumber: TribunJakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved