Breaking News:

Liga 1

Eldar Hasanovic: Marah saat Bertanding adalah Wajar

Pemain berusia 30 tahun asal Serbia ini memulai karir sebagai pesepak bola di usia 18 tahun.

wartakotalive.com/Rafsanzani Simanjorang
Eldar Hasanovic, Gelandang Persita Tangerang 

Laporan Reporter WARTAKOTALIVE.COM, Rafsanzani Simanjorang

TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG - "Saya adalah tukang kritik, baik untuk diri saya maupun orang lain," buka gelandang Persita Tangerang, Eldar Hasanovic, Jumat (5/6/2020) lalu.

Pemain berusia 30 tahun asal Serbia ini memulai karir sebagai pesepak bola di usia 18 tahun.

Pemain asing Persita Tangerang di Liga 1 2020, Eldar Hasanovic.
Pemain asing Persita Tangerang di Liga 1 2020, Eldar Hasanovic. (INSTAGRAM ELDAR HASANOVIC)

Lebih satu dekade bermain di lapangan hijau, gelandang bernomor punggung 44 ini mengalami banyak kisah di dalam tim saat berkompetisi, salah satunya adalah perasaan marah.

Perasaan marah itu muncul bila permainan dirinya dan permainan rekannya under performance (di bawah performa terbaik).

"Baik saya ataupun rekan saya wajib bertanggung jawab untuk segala sesuatu yang terjadi di lapangan. Wajar jika seorang pemain marah kepada rekannya bila sang rekan bermain buruk. Saya pun siap menerima teguran keras dari rekan saya jika melakukan hal yang sama (bermain buruk)," tambahnya.

Mateo Bustos (kiri), gelandang Persita Tangerang bersama rekan setimnya Eldar Hasanovic (kanan).
Mateo Bustos (kiri), gelandang Persita Tangerang bersama rekan setimnya Eldar Hasanovic (kanan). (wartakotalive.com/Rasanzani Simanjorang)

Ia meyakini, setiap pemain yang dimainkan, diberikan kepercayaan agar mampu memberikan penampilan yang terbaik untuk tim.

Tak hanya itu, emosinya pun muncul bila pemain lawan melakukan trik mengulur waktu dengan memanfaatkan pelanggaran kecil, lalu bersikap manja sembari menunggu tim medis.

Baca: Gideon Jahja, Wasit Judo Senior Indonesia Undur Diri Dari Arena Judo

Namun, bicara tentang kata marah, pemain yang mengidolakan Andrea Pirlo tak membohongi dirinya bila persentase kemarahannya lebih banyak pada keputusan sang pengadil lapangan (wasit).

Baca: SSB Palapa Jadi Tulang Punggung Persija Barat saat Tembus Final Piala Soeratin

"Paling sering saya marah ke wasit. Terkadang dia (wasit) membuat keputusan yang merugikan dan terkadang tidak ingin mendengar penjelasan," tutupnya

Editor: Toni Bramantoro
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved