Timnas Indonesia

Ratu Tisha Ungkap Pentingnya Pengembangan Usia Dini, Butuh Konsistensi dan Waktu yang Lama

Mantan Sekjen PSSI, Ratu Tisha beberkan pentingnya pengembangan usia dini sepak bola, yang menjadikan Indonesia tertinggal dari Thailand dan Vietnam.

Tribunnews.com/Eri Komar Sinaga
Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha saat memantau latihan Garuda Select di Lapangan Aston University, Inggris, Selasa (5/7/2019) 

TRIBUNNEWS.COM - "Dari 250 juta penduduk Indonesia masa tidak bisa mencari 11 orang hebat yang bisa main sepakbola?".

Kalimat tersebut kerap kali muncul di tengah rasa frustrasi masyarakat Indonesia terhadap peforma tim nasional yang tak kunjung memuaskan di level senior.

Namun, mantan Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria mengatakan bahwa sumber daya yang dimiliki Indonesia tidak se-wah yang dibayangkan.

Baca: Demi Timnas Indonesia, Kompetisi Liga 1 dan Liga 2 Diminta Bergulir Lagi Secara Normal

Sekretaris Jendral PSSI Ratu Tisha saat menemani skuat Garuda Select bertemu Duta Besar Iggris untuk Indonesia, Owen Jenkins di Kedubes Inggris, Kuningan, Jakarta, Selasa (8/10/2019). Tribunnews/Abdul Majid
Sekretaris Jendral PSSI Ratu Tisha saat menemani skuat Garuda Select bertemu Duta Besar Iggris untuk Indonesia, Owen Jenkins di Kedubes Inggris, Kuningan, Jakarta, Selasa (8/10/2019). Tribunnews/Abdul Majid (tribunnews.com/abdul majid)

Dari jutaan anak muda yang bermimpi menjadi pemain profesional hanya segelintir saja yang mampu menembus level pemain elite usia muda.

Artinya, hanya segelintir yang punya kelayakan untuk berkiprah menjadi pemain sepak bola profesional.

“Sebenarnya kita tidak bicara himpunan 250 juta orang. Himpunan database kami pemain elite usia muda yang terdaftar terakhir itu diangka 10.500 saja,” kata Ratu Tisha dalam diskusi virtual PRiADI dan BagiData pada awal Mei 2020.

"Jadi, kita bicara dari himpunan yang sangat sedikit."

Baca: Hasil Rapat Berkala PSSI bersama FIFA, Piala Dunia U-20 2021 Masih Digelar Sesuai Jadwal

Jumlah itupun bakal berkurang, terkikis seleksi alam dari kompetisi berjenjang baik itu level domestik maupun internasional.

Dari proses seleksi yang ketat itulah nantinya akan mengerucut pemain-pemain yang dinyatakan layak untuk bermain di level Internasional.

Karena itu, Ratu Tisha menegaskan pengembangan usia dini menjadi poin krusial dan butuh waktu yang sangat lama.

Bahkan, dia menyebut Timnas Indonesia saat ini adalah buah hasil program kerja 15 tahun silam.

Ada proses panjang untuk menemukan talenta yang benar-benar memiliki kualitas bersaing internasional.

Baca: Liga 1 Berpeluang Digelar Lagi, Pelatih Persija Sarankan PSSI Gelar Turnamen Pramusim Lebih Dulu

Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha saat memantau latihan Garuda Select di Lapangan Aston University, Inggris, Selasa (5/7/2019)
Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha saat memantau latihan Garuda Select di Lapangan Aston University, Inggris, Selasa (5/7/2019) (Tribunnews.com/Eri Komar Sinaga)

“Harus berkompetisi secara berjenjang setiap tahunnya, tidak bisa tidak. Jadi, nantinya mereka yang berhasil mencapai level timnas senior adalah benar-benar orang terpilih dari seleksi jenjang yang sudah mereka lalui.”

“Bukan hanya melalui satu porses instan, yang mungkin cuma bermain 10.000 jam tapi tidak ada pengalaman internasional lebih dari 50 persen,“ ucap wanita lulusan FIFA Master tersebut.

Ini juga menjadi kendala yang membuat Indonesia masih kalah bersaing dari Thailand dan Vietnam.

Kedua nengara tersebut sudah mulai memperhatikan pendidikan usia dini dengan baik dan terskema termasuk memberikan pengalaman-pengaalaman internasional kepada pemain sejak dini.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Ratu Tisha Ungkap Talenta Sepak Bola Indonesia Tidak Sebesar yang Dikira Masyarakat

Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
1
Madura United
10
7
2
1
19
5
14
23
2
PSM Makasar
10
6
4
0
18
6
12
22
3
Persita
11
7
1
3
18
13
5
22
4
Bali United
11
7
0
4
22
13
9
21
5
Persija Jakarta
10
6
3
1
12
5
7
21
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved