Para Timnas di Asia Tenggara Ini Dinilai Bisa Saingi Jepang, Bagaimana Indonesia?
Vietnam yang menjadi timnas terkuat di ASEAN saja hanya menempati peringkat ke-94, apalagi Indonesia yang duduk di peringkat ke-173.
Editor:
Hasiolan Eko P Gultom
TRIBUNNEWS.COM - Kapten timnas Jepang, Maya Yoshida, mengungkapkan bahwa jurang antara pasukan Samurai Biru dengan timnas di Asia Tenggara sudah semakin sempit.
Timnas Jepang dapat dikatakan sebagai tim terkuat yang ada di Asia saat ini.
Pasukan Samurai Biru menjadi satu-satunya negara Asia yang mampu menembus 30 besar dalam ranking FIFA, tepatnya peringkat ke-28.
Baca: Singgung Soal Gorengan, Shin Tae-yong: Pemain Indonesia Belum Tahu Apa yang Harus Dimakan
Baca: PSSI Belum Mau Panggil Shin Tae-yong ke Indonesia Lantaran Suasana yang Belum Aman
Pesaing terdekat timnas Jepang adalah timnas Iran yang terpaut lima peringkat di bawahnya.
Bila dibandingkan dengan negara-negara di Asia Tenggara, Jepang tentu berada sangat jauh di atas.
Vietnam yang menjadi timnas terkuat di ASEAN saja hanya menempati peringkat ke-94, apalagi Indonesia yang duduk di peringkat ke-173.
Meski begitu, kapten timnas Jepang, Maya Yoshida, menilai bahwa jurang antara negeranya dan negara-negara di ASEAN sudah semakin sempit.
Hal itu dirasakannya ketika menghadapi timnas Vietnam di gelaran Piala Asia pada 2019 silam.
"Saya rasa jurang perbedaan (antara timnas Jepang dan timnas di Asia Tenggara) semakin mengecil," ucapnya dikutip Bolasport.com dari VocketFC.
"Jepang pernah berhadapan dengan Vietnam dan hanya mampu meraih kemenangan 1-0," tambahnya.
Menurut Yoshida, di masa lalu, timnas Jepang jauh lebih kuat bila dibandingkan dengan tim-tim dari Asia Tenggara.
Namun kini dengan hadirnya banyak pelatih hebat yang turun melatih di Asia Tenggara, perbedaan kekuatan itu tidak lagi terlalu besar.
Timnas Thailand bahkan saat ini dilatih oleh Akira Nishino, pelatih yang membawa Maya Yoshida dkk mengikuti Piala Dunia 2018.
"Saya rasa tujuh atau delapan tahun lalu lebih mudah bagi kami untuk meraih kemenangan dibanding sekarang," tutur Maya.