Breaking News:

Ini Spesialnya Fisioterapi di Sebuah Klub Sepakbola

Lutfinanda yang berlisensi FIFA Diploma in Football Medicine menerangkan titik berat fisioterapi berada pada gerak dan fungsi tubuh

dok pribadi
Lutfinanda Amary Septiandi S.Tr.Ft, (kiri) fisioterapi PSS Sleman, yang juga mantan fisioterapi Timnas Indonesia, dan Borneo FC. 

Laporan Reporter WARTAKOTALIVE.COM, Rafsanzani Simanjorang

TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG - Bagi penonton pertandingan sepak bola tentu tak asing saat pemain cedera di lapangan, maka satu atau dua orang fisioterapi akan berlari menghampiri pemain tersebut dan memberikan kode kepada tim pelatih, apakah sang pemain wajib diganti atau masih bisa melanjutkan pertandingan.

Sempat tak diperhitungkan fungsinya di lapangan hijau, fisioterapis itu kini menjelma sebagai tim medis yang berperan penting dalam kondisi prima seorang pesepak bola saat ini.

Lutfinanda Amary Septiandi S.Tr.Ft, fisioterapi PSS Sleman, yang juga mantan fisioterapi Timnas Indonesia, dan Borneo FC pun mengatakan pentingnya peran fisioterapi khususnya dalam bidang gerak dan fungsi tubuh.

Lutfinanda yang berlisensi FIFA Diploma in Football Medicine menerangkan titik berat fisioterapi berada pada gerak dan fungsi tubuh, yang mana pihaknya harus menentukan dalam hitungan detik gerakan otot dan fungsi tubuh pemain apakah normal atau tidak melalui beberapa gerakan standar sesuai dengan SOP mereka.

"Ibaratnya fisioterapi bekerja untuk membuat hidup lebih berarti. Sehat versi masyarakat misalnya cukup dengan bisa melakukan aktivitas sehari-hari, tetapi bagi kami lebih detail. Kami harus benar-benar memangani kesehatan agar optimal," ujarnya, Rabu (17/6/2020).

Ia memberikan perumpaan bila dokter menyelamatkan hidup, maka fisioterapi membuat hidup lebih berarti.

Sedangkan untuk pemain di klub, fisioterapi berfungsi untuk melakukan pencegahan cedera pemain.

"Kami ada program pencegahan pemain untuk kiper, striker, gelandang, dan bek. Semuanya berbeda karena memiliki peran masing-masing. Bila pemain cedera, proses pemulihannya ada di tangan kami," tuturnya.

Dalam pemulihan cedera pemain pun tak cukup hanya kembali pada kondisi awal pemaim, tetap harus pada kondisi performa paling maksimal dari pemain tersebut.

Editor: Toni Bramantoro
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved