Breaking News:

Liga 1

Kiat Bisnis Sepak Bola versi Presiden Klub Persebaya Surabaya, Azrul Ananda

Bisnis sepak bola menurut Azrul Ananda bisa bertahan dengan memenuhi 3 syarat opportunity, yakni Fan Equity, Sosial Equity, dan Away Equity.

PERSEBAYA.ID
Presiden klub Persebaya, Azrul Ananda, bersama Koko Ari Araya, Muhammad Kemaluddin, Zulfikar Akhmad Medianar Arifin saat menjalani debut pada laga uji coba melawan Persela Lamongan di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), 11 Mei 2019. 

TRIBUNNEWS.COM - Magister Management UK Petra menggelar Online CEO Talk bersama Presiden Club Persebaya Surabaya Azrul Ananda via Zoom Meeting, Jumat (19/6/2020).

Dalam kesempatan kali ini Azrul memaparkan cara yang ia lakukan agar bisnis Persebaya Surabaya dapat terus berkelanjutan.

Ia menyebut bisnis sepak bola bisa bertahan dengan memenuhi 3 syarat opportunity.

Baca: Sikap Persebaya Tanggapi Kelanjutan Liga 1 2020, Ada 5 Poin Penting dari Azrul Ananda

Baca: Persebaya Surabaya Rilis Pernyataan Terkait Liga 1, Pertimbangkan Timnas Indonesia & Finansial Klub

Azrul menyebut Persebaya Surabaya telah memenuhi syarat itu.

Yakni syarat Fan Equity (pengemar menunjukan kemauan atau kecintaannya kepada klub dengan membeli mercendais asli dari), Sosial Equity (Seberapa aktif para penggemar berinteraksi dengan klubnya), Away Equity (Seberapa besar kontibusi dari klub untuk membantu pemasukan lawan).

"Persebaya mempunyai Fan Equity atau market sendiri, kita penonton terbanyak di tahun 2018, dilihat secara real dan secara fan equity Persebaya Surabaya ini nomer satu, tidak diragukan lagi loyalitas Bonek tidak ada duanya di Indonesia," ujarnya.

Presiden klub Persebaya, Azrul Ananda, bersama Koko Ari Araya, Muhammad Kemaluddin, Zulfikar Akhmad Medianar Arifin saat menjalani debut pada laga uji coba melawan Persela Lamongan di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), 11 Mei 2019.
Presiden klub Persebaya, Azrul Ananda, bersama Koko Ari Araya, Muhammad Kemaluddin, Zulfikar Akhmad Medianar Arifin saat menjalani debut pada laga uji coba melawan Persela Lamongan di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), 11 Mei 2019. (PERSEBAYA.ID)

Dalam hal sosial equity, Persebaya telah mampu menarik minat penonton di Indonesia.

"Saat Persebaya berlaga dan sedang ditayangkan di televisi, ranting Persebaya Surabaya lebih tinggi dibanding sinetron, ini menjadi bukti sosial equity persebaya luar biasa," katanya.

Sedangkan, untuk Away Equity Azrul menilai klub-klub sepak bola di Indonesia jarang memikirkan kontribusi yang diberikan klubnya saat melakukan laga tandang.

"Ilmu ini saya belajar dari Amerika, apakah suatu team berpengaruh atau tidak, sebagai contoh saat klub PS Tira melawan Mitra Kukar pada tahun 2018 tercatat 67 orang, itu lebih banyak petugas keamanannya dari pada penontonnya," ujarnya.

Halaman
12
Editor: Muhammad Nursina Rasyidin
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved