Breaking News:

Liga 1

Lima Poin Sikap Tegas Suporter Persebaya Surabaya Setelah BNPB Restui Liga 1 Dilanjutkan

Bonek yang merupakan suporter militan Persebaya Surabaya telah mengambil sikap tegas terkait kelanjutan kompetisi Liga 1 2020 musim ini.

surya.co.id/firman rachmanudin
ILUSTRASI Bonek. 

TRIBUNNEWS.COM - Bonek yang merupakan suporter militan Persebaya Surabaya telah mengambil sikap tegas terkait kelanjutan kompetisi Liga 1 2020 musim ini.

Sikap tegas yang diambil oleh Bonek ini menyusul keputusan Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni yang merestui Liga 1 dilanjutkan.

Dimana pada Rabu (22/7/2020) Doni Monardo yang sekaligus kepala BNPB memberi lampu hijau kepada PSSI untuk melanjutkan kompetisi pada bulan Oktober mendatang.

Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan (kanan) bertemu dengan Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Doni Monardo (kiri) di Graha BNPB, Jakarta, pada Rabu (22/7/2020).
Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan (kanan) bertemu dengan Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Doni Monardo (kiri) di Graha BNPB, Jakarta, pada Rabu (22/7/2020). (DOK. PSSI)

Baca: Kiper Persebaya Surabaya Ini Incar Satu Tempat di Timnas Indonesia U-19

Baca: Liga 1 2020 Dilanjutkan di Tengah Pandemi, Striker Persebaya Tak Khawatir: Demi Nafkah Keluarga

Hal ini menjadi kekecewaan di kalangan bonek yang sejak lama tegas menolak bergulinya kompetisi ditengah masa pandemi Covid-19 karena faktor kesehatan.

Alhasil muncul lima poin penyataan sikap keluarga besar Bonek, mulai Green Nord 27, Tribun Kidul, Tribun Timur dan Gate 21 yang dibagikan di masing-masing media sosial.

Berikut isi pernyataan sikap keluarga besar Bonek :

Tidak ada yang terhormat melebihi perjuangan untuk kemanusiaan, sayangnya gerakan-gerakan berbasis moral itu sarat penunggangan oleh mereka yang memiliki syahwat pribadi dan golongan.

Dan, fenomena itu pula yang saat ini terjadi di tengah-tengah semangat arek-arek Bonek memperjuangkan Surabaya dan Indonesia untuk kembali hijau, kembali sehat lewat aksi sejuta masker.

1. Bahwa aksi sejuta masker yang kami gelar adalah murni panggilan kemanusiaan, sebagai sedikit kontribusi kami kepada negeri.

2. Bahwa, sangat tidak etis mengaitkan gerakan moral kami ini dengan kepentingan pihak-pihak atau perusahaan yang bersyahwat kapitalis anti kemanusiaan.

Halaman
12
Penulis: Rochmat Purnomo
Editor: Garudea Prabawati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved