Breaking News:

Liga Italia

Juventus Spesialis Liga, Tak Berdaya di Kompetisi Sistem Gugur dalam 9 Musim Terakhir

Bianconeri lebih cocok disebut seperti pelari jarak jauh atau marathon dibanding pelari sprinter sekali nafas dengan kompetisi berbasis liga.

MARCO BERTORELLO / AFP
Penyerang Portugal Juventus Cristiano Ronaldo (C) merayakan dengan rekan satu tim setelah mencetak gol selama pertandingan sepak bola Serie A Italia antara Juventus dan Sampdoria bermain secara tertutup di Stadion Allianz di Turin pada 26 Juli 2020. MARCO BERTORELLO / AFP 

Dua partai final tersebut ialah Supercoppa Italia kontra Lazio dan Piala Italia melawan Napoli.

Juve kalah 1-3 dari Lazio dan kandas di babak adu penalti (4-2) usai imbang 0-0 di waktu normal.

Baca: VIDEO Juventus Juara Liga Italia: Sarri Amburadul, Beda Pesta di Ruang Ganti dari Liverpool

Dari dua hal tersebut, Bianconeri tampaknya lebih cocok merengkuh juara di kompetisi panjang seperti Liga Italia dibanding turnamen dengan sistem gugur nan singkat.

Meski sejatinya Juve bisa sampai partai puncak, tetapi nasib mereka tak mujur di tunamen yang "cepat selesai".

Bianconeri lebih cocok disebut seperti pelari jarak jauh atau marathon dibanding pelari sprinter sekali nafas.

Selama 3000 hari lebih atau sembilan musim sebagai penguasa Liga Italia, mereka juga hanya mampu sekali merasakan treble winner.

Yakni pada musim 2015-2016 dengan menjuarai Liga Italia, Piala Italia, dan Supercoppa Italia.

Baca: Di Balik Juventus Juara Liga Italia, Pertahanan Terburuk si Nyonya Tua dalam 60 Tahun Terakhir

Begitu juga di Liga Champions. Selama menyematkan scudetto sembilan kali beruntun, Juve belum mampu membawa pulang trofi Si Kuping Lebar ke Allianz Stadium.

Kali terakhir mereka meraih trofi Liga Champions pada musim 1995/1996.

Meski begitu, bukan hal mudah bagi klub mempertahankan gelar juara Liga Italia selama sembilan musim secara beruntun.

Selamat, Juventus!

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Kisah Juventus "Pelari Jarak Jauh" yang Juara Liga Italia

Editor: Muhammad Nursina Rasyidin
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved