Breaking News:

Imran Nahumarury tak Sependapat Jika Timnas Indonesia Senior Dibawa ke Korea Selatan

Imran Nahumarury menilai ada plus minusnya jika Timnas Indonesia bakal menggelar pemusatan latihan di Korea Selatan.

zoom-inlihat foto Imran Nahumarury tak Sependapat Jika Timnas Indonesia Senior Dibawa ke Korea Selatan
TRIBUN/DANY PERMANA
IMRAN DAN ISNAN - Mantan pemain Timnas Indonesia Imran Nahumarury (kiri) dan Isnan Ali (kanan) saat menghadiri acara dialog di sebuah televisi swasta, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (21/3/2013). Pelatih yang biasa disapa RD tersebut bersama Jackson F Tiago akan memimpin Timnas Indonesai dalam pertandingan Pra-Piala Asia Australia 2015 melawan Arab Saudi di SUGBK 23 Maret mendatang. (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA)

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Mantan pemain Timnas Indonesia, Imran Nahumarury yang kini menjabat sebagai asisten pelatih PSIS Semarang tersebut tak sependapat jika Timnas Indonesia senior juga harus dibawa ke Korea Selatan.

Ia menilai hal itu akan membuang-buang anggaran. Ia berharap PSSI justru fokus ke Timnas U-19, pasalnya tiga laga terakhir Timnas senior tak berpengaruh lolos tapi pada ranking FIFA.

Seperti diketahui, sebelumnya Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan berharap Shin Tae-yong tak melupakan Timnas senior sehingga bisa membawanya pula TC di Korea Selatan.

Business Executive Manager MILO Prawitya Soemadijo (tiga dari kiri) bersama Pelatih Sepak Bola Usia Muda Imran Nahumarury (tengah) saat memberikan pengarahan kepada para peserta kompetisi MILO Football Championship Jakarta di Lapangan Aldiron MBAU, Pancoran, Jakarta Selatan, Sabtu (7/2/2015). MILO Football Championship Jakarta diselenggarakan pada 7-8 Februari 2015 dan diikuti oleh 512 peserta dari 32 Sekolah Dasar (SD). (Tribunnews/Jeprima)
Business Executive Manager MILO Prawitya Soemadijo (tiga dari kiri) bersama Pelatih Sepak Bola Usia Muda Imran Nahumarury (tengah) saat memberikan pengarahan kepada para peserta kompetisi MILO Football Championship Jakarta di Lapangan Aldiron MBAU, Pancoran, Jakarta Selatan, Sabtu (7/2/2015). MILO Football Championship Jakarta diselenggarakan pada 7-8 Februari 2015 dan diikuti oleh 512 peserta dari 32 Sekolah Dasar (SD). (Tribunnews/Jeprima) (Tribunnews/JEPRIMA)

Kalau satu tim memang dari kemarin sudah ada programnya mau TC di sana. Tapi kalau dua tim pastinya akan lebih berat juga sih, finansial dan segala macam. Pastinya bakal banyak pemain yang akan berangkat. Kalau menurut saya tidak worth it saja. Apalagi di sini kan sudah dicek kesehatan, protokol kesehatan juga sudah jelas. Jadi idealnya kalau senior di sini saja, meskipun sudah tidak ada kans lolos piala dunia. Jadi persiapan di sini saja, cuma kendalanya yang tadi saya bilang, uji cobanya agak kurang,” ungkap Imran Nahumarury saat dihubungi Tribunnews, Kamis (30/7/2020)..

Seperti diketahui, mantan pemain Persija Jakarta ini menilai ada plus minusnya jika Timnas Indonesia bakal menggelar pemusatan latihan di Korea Selatan.

Keadaan pandemi Covid-19 yang masih belum jelas di Korea Selatan jadi salah satu alasannya merasa khawatir.

Baca: Pemain Muda Persija Jakarta Ini Bersyukur Bisa Beradaptasi di TC Timnas Indonesia U-16

Akan tetapi, ia juga berpikir jika TC di Indonesia, para pemain Timnas U-19 tak akan mendapatkan tantangan karena minimnya lawan tangguh.

“Ya ada plus minusnya (TC di Korea), pemain lebih konsen dalam berlatih karena banyak lawan bagus. Apalagi kalau kita lihat kondisi di sini kan masih tidak memungkinkan, tapi kita juga belum tahu kondisi di Korea seperti apa. Isu yang beredar di sana juga ada covid. Saya pribadi masih agak riskan kalau TC di sana dalam pandemic seperti ini,” kata Imran.

Penulis: Abdul Majid
Editor: Toni Bramantoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved