Breaking News:

Liga Italia

Skema Juventus di Bawah Andrea Pirlo, Akomodasi Ramsey, Optimalkan Ronaldo, Dybala Tersingkir

Andrea Pirlo membawa perubahan di Juventus yang kini mengakomodasi peran Aaron Ramsey dan mengoptimalkan Cristiano Ronaldo, tetapi Dyabala tersingkir

Miguel MEDINA / AFP
Reaksi pelatih Juventus Italia Andrea Pirlo (kanan) selama pertandingan sepak bola Serie A Italia Juventus vs Sampdoria pada 20 September 2020 di stadion Juventus di Turin. Miguel MEDINA / AFP 

TRIBUNNEWS.COM - Tantangan besar akan dihadapi Juventus musim ini, selain pesaing di Liga Italia, mereka juga harus menunjukkan tajinya di Liga Champions.

Jika Serie-A selama ini dianggap sebuah Liga Inagurasi dimana Juventus akan selalu menjadi juara, dalam 2 musim terakhir pandangan tersebut berubah.

Hal ini tidak lepas dari performa pesaing seperti Inter Milan, AC Milan dan Lazio.

Ditambah lagi, Si Nyonya Tua harus bisa menunjukkan tajinya di Liga Champions dengan menjadi juara, gelar yang belum diraih Juventus lebih dari 2 dekade.

Musim ini akan jauh lebih menantang, apalagi dengan adanya Andrea Pirlo yang didapuk sebagai pelatih, menggantikan Maurizio Sarri yang dianggap gagal musim lalu.

Baca: Deretan Pemain Masuk Daftar Bidik AC Milan, Mulai German Pezzella hingga Boubakary Soumare

Baca: Kronologi Cristiano Ronaldo Ngamuk di Juventus Karena Tak Mau Karantina Mandiri

Baca: Potensi Lazio Musim Ini, Simone Inzaghi Bisa Andalkan Eks Manchester United

Bukan tanpa alasan Andrea Pirlo diragukan, ia memang masih dianggap minim pengalaman dalam menangani tim, terlebih, Juventus adalah kesebelasan yang selalu langganan juara, ekspektasi tentu akan sangat tinggi.

Tetapi, Andrea Pirlo nampak siap dengan ekspektasi yang dibebankan padanya, perlahan ia mengubah Juventus.

Musim lalu, mantan penyerang Juventus medio 90-an, Fabrizio Ravanelli, menyebut kelemahan Juventus di sektor gelandang dimana pemain jarak pemain terlalu jauh dan datar.

Selain itu, Fabrizio Ravanelli juga mengkritik bagaimana Juventus selalu kesulitan dengan lawan yang mengandalkan kecepatan dan transisi.

Pencetak 68 gol bersama Juventus ini melihat, skuat uzur Juventus membuat mereka kesulitan dalam mengahdapi tim yang diisi oleh para pemain muda.

Halaman
123
Penulis: Gigih
Editor: Daryono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved