Breaking News:

PSSI dan PT LIB tak Mampu Kelola Lanjutan Kompetisi Liga 1 2020 kata Tommy Welly

Tommy Welly menilai federasi sepakbola Indonesia, PSSI dan operator Liga, PT LIB tidak mampu untuk mengelola lanjutan Liga 1 2020

Super Ball/Feri Setiawan
Tommy Welly 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pengamat sepakbola Indonesia, Tommy Welly menilai federasi sepakbola Indonesia, PSSI dan operator Liga, PT LIB tidak mampu untuk mengelola lanjutan Liga 1 2020 yang mengalami penundaan padahal sudah dijadwalkan kick off pada 1 Oktober lalu.

Pria yang akrab disapa Bung Towel tersebut menilai hal tersebut karena keputusan penundaan dilakukan H-2 sedangkan klub-klub sudah mempersiapkan diri.

“Kalau kesimpulan saya sih dari sepakbola dalam hal ini PSSI dan PT LIB ada ketidakcakapan, ketidakmampuan untuk mengeksekusi kompetisi. Kenapa ngotot gelar kompetisi sejak juni, itu gaungnya kick off satu Oktober tapi di ujung malah ada penundaan,” kata Bung Towel saat dihubungi Tribunnews, Kamis (15/10/2020).

Tommy Welly
Tommy Welly (desamodern.com)

Soal keputusan dari Polri yang tak memberikan izin salah satunya terkait masih tingginya pandemi, dirinya tak bisa membantah dan menyalahkan.

Ia hanya bingung kenapa soal perizinan keramaian tak ada kabar  sejak jauh-jauh hari. Jika itu dilakukan, menurutnya tidak akan ada keputusan penundaan yang diumumkan H-2.

Baru-baru ini, PSSI dan PT LIB menggelar pertemuan dengan perwakilan klub Liga 1 dan Liga 2 di Yogyakarta.

Dalam keputusan tersebut, PSSI memberikan keyakinan kepada klub-klub untuk bisa meminta kepada Polri mengeluarkan izin pada 1 November.

Bila belum dapat juga maka di awal Desember atau Januari 2021 dengan menggunakan format pertandingan baru.

Mendengar kabar tersebut, Bung Towel merasa ragu  dan meminta kepada PSSI untuk segera mengambil keputusan Liga lanjut atau tidak agar klub-klub tidak merasa digantung karena bakal berpengaruh pada finansial.

“Artinya dari tahapan ini muncul pertanyaan bagaimana komunikasi PSSI dan PT LIB dengan Kepolisian. Sekarang setelah 1 Oktober gagal ada keinginan 1 November, kemudian dikumpulkan klub-klub tapi ternyata tidak ada hasil yang signifikan, jadi apa yakin masih bisa menjalankan liga kalau hasilnya masih ngambang?”,

“Dampaknya juga kalau gantung seperti ini akan merugikan klub. Gimana kontrak mereka dengan pemain dan pelatih. Nah di sini artinya marwah PSSI dan PT LIB yang harusnya proteksi klub-klub jadi lemah. PSSI tidak cakap. Itu saya kesimpulannya PSSI tidak cakap,” jelasnya.

Seperti diketahui, Polri sendiri kembali menegaskan bahwa selama pandemi dan Pilkada pihaknya tak akan memberikan izin keramaian untuk perhelatan Liga 1 dan Liga 2 2020.

Penulis: Abdul Majid
Editor: Toni Bramantoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved