Breaking News:

Septian Enjoh Ajak Anggota Tetap Koordinasi serta Jaga Sikap

Dalam perjalanannya sebagai suporter tentu ada kisah manis, pula kisah sedih.

wartakotalive
Septian Enjoh, selaku ketua umum Laviola 

Laporan Reporter WARTAKOTALIVE.COM, Rafsanzani Simanjorang

TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG - Dalam perjalanannya sebagai suporter tentu ada kisah manis, pula kisah sedih.

Laviola, salah satu suporter Persita Tangerang pun punya satu sejarah kelam yang hingga kini masih membekas.

Seorang anggota Laviola, Banu Rusman wafat akibat terjadi bentrok dengan suporter PSMS, 11 Oktober 2017 silam di Stadion Mini Persikabo 1973, Bogor.

"Itulah kesakitan kami sebagai Persita fans. Meskipun secara keanggotaan almarhum masuk ke anggota kami, tapi peristiwa itu membuat Persita fans seluruhnya bersedih," tutur Septian Enjoh, selaku ketua umum Laviola beberapa waktu lalu di Stadion Sport Center, Tangerang.

Menyesalkan kejadian di masa lalu terjadi, Septian pun mengajak seluruh anggotanya saat ini untuk terus koordinasi, dan menjaga komunikasi dengan sesama suporter Persita juga dengan setiap elemen suporter tim-tim lain di Indonesia.

Lanjutnya, perbedaan suporter idealnya berlaku di dalam stadion. Sedangkan di luar semuanya adalah teman dan sahabat.

"Kami tentu berharap kejadian di masa lalu, tidak terulang lagi. Penting bagi anggota agar bisa menjalin komunikasi yang baik dengan semuanya," tambahnya.

Ada pun hingga saat ini, Laviola tetap berharap titik terang kasus wafatnya Banu Rusman.

Editor: Toni Bramantoro
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved