Breaking News:

PSSI Tentukan Nasib Liga 1 Pertengahan Januari Meski Tak Kunjung Dapatkan Izin Dari Polri

Kepolisian Republik Indonesia (Polri) juga hingga kini tak mengeluarkan izin keramaian untuk penyelenggaraan lanjutan kompetisi Liga 1 dan Liga 2.

pssi.org
Plt Sekjen PSSI Yunus Nusi (kiri), Waketum PSSI Iwan Budianto (tengah), dan anggota Exco PSSI Yoyok Sukawi (kanan) dalam sosialisasi Youth Fun Juggling Competition di Trans Covention Centre, Bandung. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Hingga saat ini PSSI dan PT LIB belum bisa memastikan kompetisi Liga 1 dan Liga 2 bergulir pada Februari mendatang seperti yang tertuang dalam Surat Keputusan (SK) PSSI sebelumnya.

Pasalnya, pihak Kepolisian Republik Indonesia (Polri) juga hingga kini tak mengeluarkan izin keramaian untuk penyelenggaraan lanjutan kompetisi Liga 1 dan Liga 2.

Guna menentukan kepastian lanjutan kompetisi, PSSI pertengahan bulan ini bakal mengadakan rapat Komite Eksekutif (Exco) PSSI.

“Untuk itu, PSSI menjadwalkan untuk menggelar rapat Komite Eksekutif (Exco) di pertengahan Januari 2021 untuk memutuskan kelanjutan Liga 1 dan 2 atau memberhentikan liga musim kompetisi 2020 berdasarkan situasi terkini,” kata Plt Sekjen PSSI, Yunus Nusi seperti dikutip dari laman resmi PSSI, Senin (4/1/2021).

Jika pun harus dilanjut, PSSI memastikan akan menjalankan protokol kesehatan yang ketat karena masih dalam pandemi Covid-19.

PSSI sebenarnya sudah bekerja maksimal. Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru, Ahmad Lukita dan Direktur Operasional PT LIB, Sudjarno sudah menghadap ke Mabes Polri. Mereka juga berkeliling ke beberapa Polda di Pulau Jawa untuk bersilaturahmi.

Menurut Yunus Nusi, PT LIB sudah berkirim surat 3 kali ke Mabes Polri. Pertama menjelang rencana kick of 1 Oktober 2020. Kemudian bersurat lagi pada awal November 2020.

Terakhir bersurat lagi untuk memohon agar Liga 1 dan 2 bisa berputar lagi pada akhir Januari atau awal Februari 2021.

“Namun, semua kembali ke kepolisian karena izin pada mereka. Jika kepolisian tidak mengeluarkan izin, kita tidak bisa apa-apa. Kita wajib tunduk dan patuh pada aturan,” pungkasnya.

Penulis: Abdul Majid
Editor: Toni Bramantoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved