Breaking News:

Gunandi Prasetiyo: Selain Cedera Masih Ada Resiko yang Dihadapi Pemain Tarkam Saat Tanding

Alasan yang paling sering tidak diizinkannya pesepak bola profesional bermain di liga antar kampung atau tarkam adalah faktor cedera.

wartakotalive
Gunandi Prasetiyo, seorang pemain tarkam asal Bogor, Jawa Barat. 

Laporan Reporter WARTAKOTALIVE.COM, Rafsanzani Simanjorang

TRIBUNNEWS.COM, BOGOR - Alasan yang paling sering tidak diizinkannya pesepak bola profesional bermain di liga antar kampung atau Tarkam adalah faktor cedera.

Biasanya, sesuai dengan perjanjian di awal, pada level tarkam, pemain yang cedera tidak mendapat tanggungan atau jaminan pengobatan dari timnya.

Namun, cedera saat bertanding bukanlah satu-satunya resiko.

Gunandi Prasetiyo, salah satu bintang tarkam asal Bogor, Jawa Barat, baru-baru ini mengungkapkan resiko lainnya.

"Saya sendiri pernah digebukin oleh penonton tuan rumah jelang 10 menit akhir pertandingan," ungkapnya.

Lanjutnya, kala itu dirinya sedang berlari untuk mengejar bola umpan silang rekannya yang diarahkan ke kotak penalti.

Ia pun beradu cepat dengan bek lawan. Saat berlari kencang, bek lawan pun melakukan dorongan sehingga dirinya terjatuh persis ke suporter lawan yang berada dekat dengan garis lapangan.

"Saya kan jatuh, tidak tau apakah mereka keinjak atau gimana. Saya digebukin oleh banyak orang. Saya hanya telungkup dan menutupi kepala pakai tangan. Akhirnya polisi dan tentara yag datang. Tembakan peringatan satu kali, semuanya berhenti," kenangnya.

Ia pun dipisahkan dari oknum-oknum tersebut.

Meski digebukin, pemain yang akrab disapa "Cebol" ini mengaku maklum karena penonton terbawa emosi mengingat timnya kalah.

"Kan itu menit akhir ya. Mungkin kalau posisi mereka menang atau masih babak pertama, hal itu tak terjadi. Wajar kejadian seperti itu di futsal. Itulah resiko selain cedera," tutupnya.

Editor: Toni Bramantoro
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved