Breaking News:

Bursa Transfer

Prihatin dan Kerja Keras, Makna Motif Batik Bagus Kahfi Saat Diperkenalkan FC Utrecht

Batik yang Bagus Kahfi kenakan berwarna gabungan dominan hitam dan emas sehingga terlihat elegan sekaligus eksklusif. Apa maknanya?

Dok. FC Utrecht
Bagus Kahfi resmi diperkenalkan sebagai pemain klub kasta tertinggi Belanda, FC Utrecht, Jumat (5/2/2021). 

TRIBUNNEWS.COM - Bagus Kahfi mengenakan batik ketika menandatangani kontrak dengan klub asal Belanda, FC Utrecht.

Hal itu mencerminkan, Bagus Kahfi tidak hanya mewakili nama Indonesia di Belanda, tetapi juga warisan budaya Tanah Air, yakni batik.

Batik yang dia kenakan berwarna gabungan dominan hitam dan emas sehingga terlihat elegan sekaligus eksklusif.

Baca juga: Pakai Bahasa Indonesia, FC Utrecht Ucapkan Selamat Datang Buat Bagus Kahfi

Klub kasta tertinggi Liga Belanda, FC Utrecht resmi memperkenalkan pemain asal Indonesia, Amiruddin Bagus Kahfi sebagai pemain mereka, Jumat (5/2).
Klub kasta tertinggi Liga Belanda, FC Utrecht resmi memperkenalkan pemain asal Indonesia, Amiruddin Bagus Kahfi sebagai pemain mereka, Jumat (5/2). (Kolase Website dan Instagram FC Utrecht)

Jika dilihat lebih seksama, ada dua kupu-kupu di bagian depan. Satu di sebelah dada kiri, satu lainnya di kanan.

Motif batik kupu-kupu mungkin tak setenar dengan motif yang terkenal di Indonesia seperti megamendung, parang, atau motif sejuta bunga yang berasal dari tempat kelahirannya, Magelang.

Bagus Kahfi mungkin saja ingin menyampaikan pesan terkait dengan batik motif kupu-kupu yang dia kenakan.

Melansir artikel Kompas.com yang telah tayang pada 30 Juni 2012, motif kupu-kupu ternyata punya makna mendalam.

Baca juga: Profil Klub Anyar Bagus Kahfi di Eropa, FC Utrecht Kerap Lahirkan Bintang-Bintang Eropa

Mendiang model senior Nani Sakri pernah membuat pameran yang memajang batik motif kupu-kupu.

Dalam pameran berjudul "Dialog Kerinduan Nani Sakri & Iriantine Karnaya" pada tahun 2012, Nani Sakri menjelaskan arti motif batik kupu-kupu.

"Kupu-kupu itu banyak prihatin dan kerja keras. Dari telur, ulat, dia membungkus diri jadi kepompong. Waktu menjadi kepompong itu dia bertapa, merenung, ha-ha-ha...,” kata Nani.

Halaman
12
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved